Khoirul Taqwim
Khoirul Taqwim Lainnya

Peneliti Tentang Kemasyarakatan

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Lagu - Novel Setenang Embun Pagi Tiba

21 Juni 2026   10:30 Diperbarui: 21 Juni 2026   10:30 54 1 0


Di kota riuh nalar mati terbunuh
Langkah pulang ke desa yang sunyi
Sujud di batu kali sepertiga malam
Mencari Tuhan di antara hening yang nyata

Kau Arumi telaga penuh rahasia
Surat-surat tua di lemari usang
Kau pilih aku di antara dua cinta
Kini aku belajar mencintaimu dengan sungguh

Para pemecah batu di kaki gunung
Keringat darah untuk keluarga tercinta
Musuh datang dengan niat jahat
Aku berdiri melawan meskipun takut

Gerimis malam membawa Rayya kembali
Cinta pertama yang pernah hancurkan hati
"Maafkan aku," katanya dengan sesal
Namun masa lalu takkan kembali lagi

Di tepi sungai kau dan aku berdiri
Antara dua dunia yang berbeda
Aku menatap matamu yang basah
"Cintaku telah pulang," kataku lirih

Maret tiba dengan hujan yang deras
Kebersamaan di warung kopi desa
Kau Arumi dan Alif kecilku
Adalah pelabuhan terakhir jiwaku

Setenang embun pagi yang tiba
Menyegarkan hati yang gundah
Kepasrahan pada Sang Maha Kuasa
Keluarga adalah cinta sejati kita

Pulanglah, pulanglah kau jiwa
Kepada cinta yang tak pernah dusta
Setenang embun pagi tiba
Membawa damai dari-Nya