Di kota riuh nalar mati terbunuh
Langkah pulang ke desa yang sunyi
Sujud di batu kali sepertiga malam
Mencari Tuhan di antara hening yang nyata
Kau Arumi telaga penuh rahasia
Surat-surat tua di lemari usang
Kau pilih aku di antara dua cinta
Kini aku belajar mencintaimu dengan sungguh
Para pemecah batu di kaki gunung
Keringat darah untuk keluarga tercinta
Musuh datang dengan niat jahat
Aku berdiri melawan meskipun takut
Gerimis malam membawa Rayya kembali
Cinta pertama yang pernah hancurkan hati
"Maafkan aku," katanya dengan sesal
Namun masa lalu takkan kembali lagi
Di tepi sungai kau dan aku berdiri
Antara dua dunia yang berbeda
Aku menatap matamu yang basah
"Cintaku telah pulang," kataku lirih
Maret tiba dengan hujan yang deras
Kebersamaan di warung kopi desa
Kau Arumi dan Alif kecilku
Adalah pelabuhan terakhir jiwaku
Setenang embun pagi yang tiba
Menyegarkan hati yang gundah
Kepasrahan pada Sang Maha Kuasa
Keluarga adalah cinta sejati kita
Pulanglah, pulanglah kau jiwa
Kepada cinta yang tak pernah dusta
Setenang embun pagi tiba
Membawa damai dari-Nya