Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Lokasi upacara yang dibatasi 2 gerbang masuk hanya diperbolehkan untuk dimasuki tamu undangan. Meski begitu tersedia layar proyektor yang merekam suasana di dalam lokasi yang dibatasi gapura.
Setengah putus asa karena tak bisa menonton pertunjukan tari , saya dan mbak Tatik kembali mundur ke tempat rombongan kami menanti. Ternyata justru acara selanjutnya kirab buceng dari halaman Kantor Kecamatan Ngebel menuju lokasi upacara Larung dengan dipikul 4 orang dengan banyak pengiring.

Kirab tumpeng ke lokasi acara sekitar 100 meter dengan dipikul peserta kirab dari desa, sekolah, maupun instansi yang ikut terlibat dalam pembuatan buceng dan berpartisipasi dalam larung telaga Ngebel.
Ada 8 desa di Kecamatan Ngebel yang memeriahkan acara larung Telaga Ngebel 1 suro, bertepatan dengan 1 Muharam 1448 H, dan 16 Juni 2026 kali ini. Ada juga SPPG dan Perhutani Ngebel, juga PLN dan Jasa Tirta tidak mau ketinggalan ikut membawa buceng.

Buceng terdepan adalah buceng agung yang merupakan buceng ketan merah(hitam) dengan puncaknya untaian kacang panjang dan sayuran. Buceng ini yang nantinya akan dilarung ke telaga
Braakkk!
Tumpeng dihempas pelan di depan saya, seperti nya yang memikul keberatan dan hampir tidak kuat.
Meski terlihat berat dan kecapekan, peserta yang memikul buceng tetap tertawa dan bercanda.