Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025
"Penak sing nyawang, Yo! Hahaha..!" Kata Bapak yang memikul buceng.

Di urutan terdepan setelah buceng agung ada iring-iringan buceng dari desa Sempu. Sebagai cucuk lampah ada Arjuna yang membawa panah disertai pendampingnya. Sementara para punakawan seperti Gareng, Bagong, semar bertugas memikul buceng sayuran dengan hiasan gunungan dan janur.

Buceng selanjutnya dari Desa Ngebel. Diawali barisan pria tampan bersurjan rapi, dan para pemikul berseragam hitam dengan blangkon memikul buceng hasil bumi. Dari jagung, terong, timun, ketela, cabe, apel, dan jeruk, nanas membuat buceng terlihat berat dan pemikulnya hampir tak kuat.

Buceng dari desa Mloko berupa sayuran dan buah, juga Pete dihias seolah buceng dibelit naga raksasa. Cukup unik dan menarik perhatian pengunjung.

Sebuah instansi di Ngebel juga membawa buceng yang terdiri dari sayuran dan buah hasil bumi di daerah Ngebel.

