Isti  Yogiswandani
Isti Yogiswandani Lainnya

Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Larung Telaga Ngebel: Nguri-uri Tradisi dan Atraksi Wisata Budaya

20 Juni 2026   21:46 Diperbarui: 21 Juni 2026   05:53 204 5 4

Buceng agung siap dilarung(Tangkapan layar video pemkab Ponorogo)
Buceng agung siap dilarung(Tangkapan layar video pemkab Ponorogo)
Setelah kehadiran Ibu Lisdyarita, PLT Bupati Ponorogo, rangkaian upacara Larung Telaga Ngebel segera dimulai. Pengunjung semakin padat berdesak-desakan, sehingga acara tari gambyong kurang bisa dinikmati pengunjung secara langsung.

Momen Hijrah di awal Muharam 1448 H mungkin bisa dimulai dengan lebih menghargai dan Nguri-uri Tradisi agar tidak musnah digerus jaman.

Lokasi upacara yang dibatasi 2 gerbang masuk hanya diperbolehkan untuk dimasuki tamu undangan. Meski begitu tersedia layar proyektor yang merekam suasana di dalam lokasi yang dibatasi gapura.

Setengah putus asa karena tak bisa menonton pertunjukan tari , saya dan mbak Tatik kembali mundur ke tempat rombongan kami menanti. Ternyata justru acara selanjutnya kirab buceng dari halaman Kantor Kecamatan Ngebel menuju lokasi upacara Larung dengan dipikul 4 orang dengan banyak pengiring. 

Seolah ingin berteriak Aku Pancasila, menikmati keunikan berbagai buceng seperti menyaksikan bhineka tunggal Ika yang sempat ternodai oleh paham radikalisme.

Tari gambyong dan Jathilan membuka acara larung telaga Ngebel (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Tari gambyong dan Jathilan membuka acara larung telaga Ngebel (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Kirab dari Kantor Kecamatan Ngebel menuju lokasi acara ini baru merupakan kirab awal, nanti setelah mengikuti rangkaian acara larung, tumpeng atau buceng akan dibawa kembali dan dinaikkan mobil bak terbuka untuk dikirab keliling telaga ngebel.

Kirab tumpeng ke lokasi acara sekitar 100 meter dengan dipikul peserta kirab dari desa, sekolah, maupun instansi yang ikut terlibat dalam pembuatan buceng dan berpartisipasi dalam larung telaga Ngebel.

Ada 8 desa di Kecamatan Ngebel yang memeriahkan acara larung Telaga Ngebel 1 suro, bertepatan dengan 1 Muharam 1448 H, dan 16 Juni 2026 kali ini. Ada juga SPPG dan Perhutani Ngebel, juga PLN dan Jasa Tirta tidak mau ketinggalan ikut membawa buceng.

Buceng agung  paling depan yang nantinya akan dilarung (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Buceng agung  paling depan yang nantinya akan dilarung (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Buceng terdepan adalah buceng agung yang merupakan buceng ketan merah(hitam) dengan puncaknya untaian kacang panjang dan sayuran. Buceng ini yang nantinya akan dilarung ke telaga 

Braakkk!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4