
JAKARTA -- Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri memulangkan Frans Antony, buronan yang diduga menjadi pengendali keuangan jaringan narkoba internasional Fredy Pratama. Frans diamankan di Malaysia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia, Kuala Lumpur dan telah dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, mengatakan Frans merupakan orang kepercayaan Fredy Pratama yang bertugas mengendalikan aliran keuangan jaringan narkoba tersebut. Keduanya diketahui telah berteman sejak duduk di bangku SMA di Kalimantan Selatan. Eko menjelaskan, Fredy memulai dan mengendalikan awal jaringan peredaran narkobanya dari Malang, Jawa Timur.
Pemulangan Frans menjadi bagian dari upaya Polri untuk membongkar jaringan Fredy Pratama yang hingga kini masih menjadi buronan internasional. Kronologi pemulangan dan peran lebih lanjut Frans dalam jaringan tersebut akan diungkap oleh Bareskrim Polri.

Fredy Pratama dikenal sebagai salah satu gembong narkoba terbesar di Indonesia. Pria yang memiliki sejumlah nama samaran seperti The Secret, The Cassanova, Miming, Air Bag, dan Mojopahit itu diduga mengendalikan peredaran sekitar 10,2 ton sabu di Indonesia serta menjadi importir utama yaba atau sabu berbentuk pil dari Thailand.
Sejak melarikan diri ke Thailand pada 2014, Fredy diduga tetap mengendalikan jaringan narkoba yang beroperasi di 14 provinsi di Indonesia. Ia juga disebut memiliki hubungan dengan jaringan narkotika di kawasan Segitiga Emas, wilayah yang mencakup sebagian Myanmar, Laos, Thailand, dan China.

Polri telah berkoordinasi dengan Interpol untuk memburu Fredy yang masuk daftar red notice sejak 2013. Hingga kini, penangkapannya terkendala karena Fredy kerap berganti identitas, diduga menjalani operasi plastik untuk mengubah penampilan, serta mendapat perlindungan dari pihak tertentu. Pemulangan Frans Antony diharapkan dapat membantu mengungkap lebih jauh keberadaan dan aktivitas jaringan Fredy Pratama.
(Dittipidnarkoba Bareskrim Polri)