Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Idealnya, Ruang Aktualisasi Anak-anak penuh kejujuran, gelak tawa, dan rasa aman utuh. Namun, realita pahit era modern menyuguhkan pemandangan kontras. Dari luar ruang aktualisasi tersebut Predator Child Grooming bertopeng kebaikan mengintai dan mencari celah untuk menerkam Anak-anak.
Predator muncul dengan senyuman manis, keramahan, dan tampak tulus. Mereka adalah serigala berbulu domba, mendekati korban lewat bisikan lembut sehalus sutra, pujian, serta perhatian palsu. Bahkan, kedekatan emosional dibangun, tanpa disadari korban, orang tua dan lingkungan sekitar.
Perkembangan teknologi memperparah kondisi ini. Ruang digital menjadi medan baru sangat rawan. Para predator memanfaatkan layar gawai untuk mencuri perhatian anak-anak, sekaligus meruntuhkan tembok perlindungan bentukan orang tua.
Menghadapi kejahatan terstruktur tersebut, semua elemen masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah tertipu penampilan luar penuh kepalsuan.
Komunitas harus bersatu membentuk garis pertahanan kokoh demi masa depan generasi penerus dan peradaban manusia. Menjadi perisai baja solid secara bersama-sama mampu membentuk kepastian bahwa anak-anak tumbuh di lingkungan aman serta merdeka dari segala bentuk eksploitasi.
