Pertama mengenalmu, tak pernah kuduga,Kau begitu dekat, mengisi hari-hariku.Kau bilang aku lebih dari sekadar teman,Namun hatimu belum memilihku sepenuhnya.
Pernah kukatakan, jika kau sungguh ingin,Datanglah menemui Ayah dan sampaikan niatmu.Bukan aku tak membuka jalan untukmu,Hanya waktu yang belum menyatukan kita.
Namun waktu berjalan, arah kita berbeda,Kau menemukan seseorang yang membuatmu nyaman.Aku memilih mundur meski hati terluka,Sebab cinta tak selalu harus memiliki.
Maaf jika akhirnya bukan bersamamu,Bukan berarti semua tentangmu terlupa.Kau pernah menjadi cerita yang begitu indah,Yang akan kusimpan sebagai bagian hidupku.
Kalau bukan aku, semoga dia menjagamu,Memberi nyaman yang dulu ingin kuberikan.Luka ini biarlah perlahan menemukan sembuh,Karena melihatmu bahagia adalah caraku mengikhlaskan.Jika takdir tak menjadikan kita bersama,Semoga cinta kita tetap menjadi doa.