Di kota orang aku berjalan sendiri
Mengejar cita-cita yang belum pasti
Untuk makan pun terkadang harus menanti
Namun ku tak ingin menyerah pada sepi
Uang kuliah menjadi beban di hati
Terlambat membayar, terancam berhenti
Kadang lapar menemani malam sunyi
Air mata jatuh, tak ada yang peduli
Di kamar kecil ku bersujud sendiri
Mengadu pada Tuhan tentang hidup ini
Tak ada manusia yang tahu luka di hati
Hanya Tuhan menyaksikan perjuangan ini
Wahai diriku, jangan pernah berhenti
Mungkin hari ini hidup tak berarti
Namun suatu saat nanti engkau berdiri
Membawa amanah di negeri ini
Jika kelak aku duduk di singgasana negeri
Takkan kulupa hari-hari yang sepi
Pernah menjadi mahasiswa miskin di perantauan ini
Menangis dalam diam demi sebuah mimpi