Mengapa harus hanya teman?
jika hati kita bisa melangkah lebih jauh?
Namun aku mengerti maksudmu,
kau menolak cintaku dengan cara yang paling halus.
Aku pun menyambutnya dengan senyum kecil,
seolah tak ada luka yang sedang berbisik.
Padahal senyum itu hanyalah caraku
menyembunyikan hati yang perlahan terusik.
Biarlah engkau tak pernah tahu,
apa yang sebenarnya terjadi di dalam dadaku.
Biarlah semua rasa kupendam sendiri,
agar kau tak merasa bersalah atas air mataku.
Jika bintang di hatiku harus hancur dan runtuh,
biarlah malam menyimpan serpihan cahayanya.
Aku tak ingin memaksamu untuk mencintaiku,
meski hatiku belum mampu menerima akhirnya.
Air mataku akan tetap tegak berdiri,
di jalan panjang yang penuh dengan luka.
Aku akan tersenyum ketika bertemu denganmu,
meski diam-diam hatiku sedang belajar terluka.
Mungkin cinta memang tak selalu menjadi milik,
kadang ia hanya datang untuk mengajarkan keikhlasan.
Dan jika akhirnya kita tetap hanya berteman,
biarlah aku mencintaimu tanpa harus memiliki.