Mengapa harus ada kata,
"Empat dikali empat sama dengan enam belas"?
Mungkin karena ada sesuatu
yang harus dijawab dengan jelas,
bukan dibiarkan menggantung
di antara ragu dan harap.
Sempat tidak sempat,
harus dibalas,
tak perlu menyembunyikan kata
di balik diam yang membingungkan,
sebab cinta yang datang kepadamu
hanya ingin tahu ke mana harus melangkah.
Walaupun langit hatiku runtuh,
walaupun air mata jatuh ke daratan,
aku tidak takut mendengar jawaban,
sebab luka karena kepastian
lebih mudah kuterima
daripada harapan tanpa penghujung.
Jika cintaku harus kau tolak,
katakanlah tanpa rasa ragu,
biarkan hatiku belajar menerima
bahwa tidak semua pertemuan
harus berakhir menjadi kepemilikan,
dan tidak semua cinta harus bersatu.
Aku hanya meminta satu hal,
jangan biarkan jawabanku menunggu,
jangan biarkan pertanyaanku
tergantung di langit jiwamu,
sebab aku lebih rela menangis
daripada hidup dalam ketidakpastian.
Empat dikali empat adalah enam belas,
sesuatu yang sederhana tetapi pasti,
begitulah aku ingin cintaku,
bukan harus kau balas dengan cinta,
cukup balas dengan kejujuran,
agar aku tahu ke mana harus pergi.
Sebab cinta tidak selalu meminta memiliki,
kadang ia hanya meminta kepastian,
agar hati yang pernah berharap
dapat pulang dengan tenang,
meski membawa luka di perjalanan,
daripada terus menunggu jawaban
yang tak pernah sampai.