Di Azerbaijan air matamu berlinang,
Menjaga iman di tengah bimbang,
Jilbab terurai menjadi perjuangan,
Menggapai ilmu penuh pengorbanan.
Wahai gadis, dengarlah suara dunia,
Tangismu menyentuh relung jiwa,
Mengapa iman harus menjadi derita,
Saat pendidikan adalah hak semua.
Jilbab bukan sekadar kain,
Ada keyakinan yang ingin dijalin,
Ada doa yang tak pernah terhenti,
Ada harga diri yang dijaga sepenuh hati.
Dari Indonesia doa tercurah,
Melihat tangismu hati pun resah,
Semoga keadilan segera merekah,
Membawa harapan yang tak lagi patah.
Di manakah arti kemanusiaan,
Jika iman menjadi persoalan,
Bukankah damai sebuah tujuan,
Menghormati sesama tanpa perbedaan.
Jangan menyerah wahai saudariku,
Tetaplah tegar menjaga imanmu,
Semoga esok cerah hidupmu,
Meraih cita tanpa belenggu.
Wahai dunia, bukalah mata,
Dengarkan tangis insan yang terluka,
Semoga kebebasan hadir untuk semua,
Agar tak ada air mata karena agama.