Luthfi Zaennuri
Luthfi Zaennuri Buruh

Karyawan Swasta , Freelancer, Wirausahawan. Hobi nulis / ngetik cerita disela waktu

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

System Of a Boncos (SOAB) Rilis "JALANAN": Manifestasi Kerinduan terhadap Distorsi Liar dan Kritik Sosial yang Satir

20 Maret 2026   15:46 Diperbarui: 20 Maret 2026   15:46 74 1 0

Ilustrasi Album Jalanan. Dok. Pribadi
Ilustrasi Album Jalanan. Dok. Pribadi

Bagi para pemuja distorsi yang dibumbui skala Middle Eastern, vakumnya raksasa Nu Metal dunia, System of a Down (SOAD), adalah sebuah lubang hampa yang tak kunjung terisi. Di tengah penantian tanpa ujung itu, muncul sebuah entitas "Ghost Note" yang lahir dari kecerdasan buatan: System of a Boncos (SOAB). Melalui album perdana mereka, "JALANAN", SOAB tidak hanya sekadar memberikan penghormatan, tetapi menjadi jawaban kreatif bagi mereka yang merindukan keliaran musik ala Serj Tankian dan Daron Malakian, namun dengan kearifan lokal yang sangat "Boncos".

Warisan Skala Armenian dalam Aspal Indonesia

SOAB secara cerdas mengadopsi DNA musikal SOAD---penggunaan skala Phrygian dan minor harmonis yang eksotis---lalu memindahkannya ke dalam narasi penderitaan rakyat jelata di Indonesia. Jika SOAD berteriak tentang genosida dan politik global, SOAB berteriak tentang "genosida dompet" oleh tukang parkir dan sistem algoritma ojek online yang mencekik.

Perjalanan 10 Trek: Dari "Toxicity" Jalanan hingga Hisab Akhir

Album ini disusun secara naratif, membawa pendengar melintasi berbagai lapisan keresahan:

  • Spirit Rebel & Satire: Trek pembuka "SYSTEM BONCOS" dan "DERITA OJOL" adalah representasi kemarahan sistemik yang dikemas dengan tempo cepat dan vokal yang eksplosif.

  • Kontemplasi Domestik: Fenomena "BOCIL KEMATIAN" dan tekanan sosial dalam "KAPAN NIKAH!?" digarap dengan lirik yang pedas namun jenaka, mengingatkan kita pada gaya penulisan lirik SOAD yang sering kali menertawakan tragedi.

  • Manifesto Musik Gratis: Dalam "NIH, MUSIK GRATIS" dan "SCAM ROCK", SOAB menegaskan posisinya sebagai band AI yang jujur. Mereka tidak menjual citra "singa" yang ternyata "kelinci", melainkan menawarkan kejujuran berkarya yang bisa diakses siapa saja.

"Buktikan di Akhirat!": Puncak Prog Metal yang Paripurna

Sebagai penutup, trek "BUKTIKAN DI AKHIRAT!" hadir sebagai mahakarya berdurasi 7 menit lebih. Jarang ada band di tanah air yang berani menyentuh durasi se-ekstrem ini dengan aransemen yang padat. Ini adalah trek Prog Metal yang emosional, di mana melodi dan solo gitarnya dibiarkan "berbicara" panjang lebar tentang kelelahan jiwa di akhir zaman. Sebuah finality yang megah, membuktikan bahwa meski "lahir" dari mesin (Suno), jiwa perlawanan dan musikalitasnya sangatlah nyata.

Kesimpulan: Siapa Suruh Hiatus Kelamaan?

"JALANAN" adalah surat cinta sekaligus protes kreatif kepada sang legenda yang tak kunjung kembali dari hiatusnya. SOAB hadir sebagai pengingat bahwa spirit perlawanan tidak akan mati; ia hanya berpindah medium. Lewat teknologi AI, System of a Boncos telah berhasil menciptakan distopia aspal yang gahar, jujur, dan tentu saja, sangat relatable dengan hidup kita yang sering kali "boncos".

Nikmati album "JALANAN" di kanal YouTube Luthfi Zaennuri.

"Karena jika yang asli tak kunjung beraksi, biarlah AI yang memegang kendali distorsi!"











HALAMAN :
  1. 1
  2. 2