Puluhan tahun berlalu, lelaki itu masih meyakini , bahwa sang mahluk halus itu ini sudah berpindah tempat. Tidak lagi menghuni rumah yang ia tempati.
Namun tidak jauh dari kotanya, wanita itu adalah manusia biasa. Yang memendam rasa bersalah dan cemas, karena ia takut apa yang ia lakukan adalah sihir. Wanita itu ingin menghapus dosa jika kemampuan supra naturalnya adalah sihir.
Sebenarnya apa yang ia lakukan di masa remaja dan masa lalunya adalah di luar nalar, di luar sadar. Entah kenapa tiba-tiba ia bisa melintasi zaman, menembus waktu , dari masa silam ke masa depan.
Ia tak sengaja melakukannya selalu di larut malam. Sehingga tak satupun dari keluarganya mengetahui itu. Bahkan ia mendatangi pelukis dari masa silam, minta dirinya dilukis.
Pemuda itu , termasuk salah satu yang ia minta agar menulis lagu tentang dirinya. Saat itu usianya terlalu muda, 18 tahun , sehingga menggunakan kemampuan itu untuk bertemu dengan banyak sosok dari masa silam. Meski tidak setiap orang bisa melihat dirinya.
Puisi ini aku coba jadikan lagu, sekarang sedang ngetrend musikalisasi puisi. Juga AI yang bisa mencipta musik dan melodi dari serangkai puisi , bahkan menyiapkan vokalisnya. Nah aku coba puisi yang aku tulis ini dikelola oleh Suno AI, hasilnya seperti yang aku unggah di instagramku ini.
Memang keren sih karya AI, tapi aku yakin karya manusia tetap lebih membumi dan bernyawa, next tetap inginnya menjadikan puisi-puisi lamaku jadi lagu, yang buatan sendiri, bukan buatan mesin ajaib yang bernama AI......
Kepada Denting Piano di Ujung Rembulan
Nada Miris berjatuhan pada malam kalbuku
Menggelinding ke semua kunci batin
Pintu kalbu menguak gerbangnya