![]()
Kepada Denting Piano di Ujung Rembulan, di balik puisi yang aku tulis 22 tahun silam ini , ada ceritanya. Nanti aku ceritakan ya setelah menyimak videonya dulu .
Puisinya aku olah memanfaatkan Suno AI sehingga tercipta satu lagu, videonya , memanfaatkan CANVA dan eleman gambar Canva..... Edit sesuai kemampuan ......
Tahun 2002 , aku menuliskan puisi ini. Tidak lama kemudian, menulis cerita bersambung "Kepada Denting Piano di Ujung Malam", di sebuah majalah Wanita . Dan satu novelette , di majalah wanita yang berbeda. Sebenarnya semua satu kesatuan. Maaf kalau aku punya kebiasaan , menulis dengan banyak nama pena.
Cerita yg aku tulis, lebih ke genre misteri, tentang kemampuan supra natural seorang wanita yang sanggup mengembara melewati jarak dan waktu. Wanita tersebut berkawan dengan sosok dari masa silam, bersahabat dengan seseorang sejak usianya masih bocah sampai menua. Persahabatan yang aneh, karena komunikasinya lebih secara batin.
Bocah itu mengenal sang wanita sebagai sosok yang sering menampakkan diri, dalam wujud bayang yang jelas. Terkadang hadir lewat mimpi, kadang seperti mimpi, tapi sangat nyata.
Sejak usianya bocah, wanita itu tak pernah berubah menua, usianya seperti 18 tahun seterusnya.
Sosok misteri itu kerap hadir dimana saja , duduk berceloteh dan tertawa, kadang menangis, dengan cerita-cerita yang terus mengalir. Kadang bocah yang akhirnya menjadi dewasa itu , tengah duduk di sebuah taman, wanita misteri itu tiba-tiba hadir.
Persahabatan yang aneh. Karena orang lain tak pernah bisa menyaksikan wanita yang kerap muncul kala purnama raya benderang. Wujudnya tetap seperti bayangan, kadang hadir dalam mimpi, tapi bukan mimpi.
Puluhan tahun berjalan, persahabatan itu mulai merenggang. Sepertinya wanita itu menghilang, dan tiba-tiba muncul dalam usia yang mulai menua. Sang pemuda menyadari usianya sendiri juga sudah tidak muda lagu, dan persahabatan aneh mereka ternyata masih indah. Namun , semua tidak masuk di akal. Ia sedang bersahabat dengan sosok mahluk halus, itu yang ia yakini.
Bagaimanapun, sosok wanita yang bisa menghilang dan datang seketika tiba-tiba itu telah menginspirasi banyak lagu-lagu yang ia ciptakan. Lelaki itu seorang musisi. Hingga pada suatu masa , lelaki itu mulai melupakan sosok mahluk halus yang ia anggap sebagai penghuni rumah tua yang ia tempati. Meski wanita itu bahkan bisa muncul saat ia melintasi lautan dan antar negara. Bisa muncul saat ia sedang menempuh perjalanan , atau tengah berada di pesisir pantai yang indah.
Puluhan tahun berlalu, lelaki itu masih meyakini , bahwa sang mahluk halus itu ini sudah berpindah tempat. Tidak lagi menghuni rumah yang ia tempati.
Namun tidak jauh dari kotanya, wanita itu adalah manusia biasa. Yang memendam rasa bersalah dan cemas, karena ia takut apa yang ia lakukan adalah sihir. Wanita itu ingin menghapus dosa jika kemampuan supra naturalnya adalah sihir.
Sebenarnya apa yang ia lakukan di masa remaja dan masa lalunya adalah di luar nalar, di luar sadar. Entah kenapa tiba-tiba ia bisa melintasi zaman, menembus waktu , dari masa silam ke masa depan.
Ia tak sengaja melakukannya selalu di larut malam. Sehingga tak satupun dari keluarganya mengetahui itu. Bahkan ia mendatangi pelukis dari masa silam, minta dirinya dilukis.
Pemuda itu , termasuk salah satu yang ia minta agar menulis lagu tentang dirinya. Saat itu usianya terlalu muda, 18 tahun , sehingga menggunakan kemampuan itu untuk bertemu dengan banyak sosok dari masa silam. Meski tidak setiap orang bisa melihat dirinya.
Puisi ini aku coba jadikan lagu, sekarang sedang ngetrend musikalisasi puisi. Juga AI yang bisa mencipta musik dan melodi dari serangkai puisi , bahkan menyiapkan vokalisnya. Nah aku coba puisi yang aku tulis ini dikelola oleh Suno AI, hasilnya seperti yang aku unggah di instagramku ini.
Memang keren sih karya AI, tapi aku yakin karya manusia tetap lebih membumi dan bernyawa, next tetap inginnya menjadikan puisi-puisi lamaku jadi lagu, yang buatan sendiri, bukan buatan mesin ajaib yang bernama AI......
Kepada Denting Piano di Ujung Rembulan
Nada Miris berjatuhan pada malam kalbuku
Menggelinding ke semua kunci batin
Pintu kalbu menguak gerbangnya
Kalbuku mengawang-awang
Jumpalitan ke balik awan
Kau permainkan kembali nada-nada lirih rembulan
Pada tahun-tahun yang asing
Perkusi malam berlatar dedaunan bambu , sungai dan dedaunan
Musikmu masih merayap menyelinap dimensi asing
Kabin rahasia persuaan jiwa kita
Dimana api rindu membakar bulan
Denting piano melumat diamku
Seperti sembilu yang mengetuk malam
Ruang ruang sukma kita
Kau masih menatap di balik jutaan jarak
Menggaungkan musik itu pada rembulan
Komposisi dan irama telah kau terbangkan
Pada butiran angin di semua musim
Aku masih bisu kehilangan nada
Saat kau terus mengembara dalam lagu-lagu penantian
Diamku masih membungkus rahasia
Sampai denting pianomu tergelincir letih
Di ujung rembulan
Bandung Juli 2002
Jawa Pos Minggu 11 agustus 2002