masrierie
masrierie Lainnya

menulis dalam ruang dan waktu -

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Musikalisasi Puisi Kepada Denting Piano di Ujung Rembulan

3 Agustus 2024   14:52 Diperbarui: 3 Agustus 2024   20:54 735 6 0

sumber elemen canva 
sumber elemen canva 

Kepada Denting Piano di Ujung Rembulan, di balik  puisi yang aku tulis 22 tahun silam ini , ada ceritanya. Nanti aku  ceritakan ya setelah menyimak videonya dulu . 

Puisinya aku olah memanfaatkan Suno AI sehingga tercipta satu lagu, videonya , memanfaatkan CANVA dan  eleman gambar Canva..... Edit sesuai kemampuan ...... 


Tahun 2002  , aku menuliskan puisi ini. Tidak lama  kemudian, menulis cerita bersambung "Kepada Denting Piano di Ujung Malam", di sebuah majalah Wanita  . Dan satu novelette , di majalah wanita yang berbeda. Sebenarnya semua satu kesatuan. Maaf kalau  aku  punya kebiasaan , menulis dengan banyak nama pena. 

Cerita yg aku tulis, lebih ke genre misteri,  tentang kemampuan supra natural seorang wanita yang  sanggup mengembara  melewati  jarak  dan waktu. Wanita  tersebut  berkawan  dengan sosok dari masa silam, bersahabat dengan  seseorang sejak usianya masih bocah sampai  menua. Persahabatan yang aneh, karena  komunikasinya lebih secara batin.

Bocah itu mengenal sang wanita sebagai sosok yang  sering menampakkan diri,  dalam wujud  bayang yang jelas. Terkadang  hadir lewat mimpi, kadang seperti mimpi, tapi  sangat nyata.

Sejak usianya bocah, wanita itu tak pernah berubah  menua, usianya seperti 18 tahun seterusnya.

Sosok misteri itu  kerap hadir  dimana saja , duduk berceloteh dan  tertawa,  kadang menangis, dengan cerita-cerita  yang terus mengalir. Kadang  bocah yang akhirnya menjadi dewasa itu , tengah duduk di sebuah taman, wanita misteri itu tiba-tiba hadir.

Persahabatan yang aneh. Karena  orang lain tak pernah bisa menyaksikan wanita  yang kerap muncul kala purnama raya benderang. Wujudnya tetap seperti bayangan, kadang hadir dalam mimpi, tapi bukan mimpi.

Puluhan tahun berjalan, persahabatan itu mulai merenggang. Sepertinya  wanita itu menghilang, dan tiba-tiba muncul  dalam usia yang mulai menua. Sang pemuda  menyadari usianya sendiri juga sudah tidak muda lagu, dan persahabatan aneh mereka  ternyata masih indah. Namun , semua tidak masuk di akal. Ia sedang bersahabat dengan sosok  mahluk halus,  itu yang ia yakini.

Bagaimanapun, sosok wanita yang bisa menghilang dan datang seketika tiba-tiba  itu  telah menginspirasi banyak lagu-lagu yang ia ciptakan. Lelaki itu seorang  musisi. Hingga pada suatu masa , lelaki itu mulai melupakan sosok mahluk halus yang  ia anggap sebagai penghuni rumah tua yang ia tempati. Meski wanita itu bahkan bisa muncul saat ia melintasi lautan dan  antar negara. Bisa muncul saat ia sedang menempuh perjalanan  , atau tengah berada di pesisir pantai yang indah.

Puluhan tahun berlalu, lelaki itu masih meyakini , bahwa sang  mahluk halus itu ini sudah berpindah  tempat. Tidak lagi menghuni rumah yang ia tempati.

Namun tidak jauh dari kotanya, wanita itu adalah manusia biasa. Yang memendam rasa bersalah dan cemas, karena  ia takut apa yang ia lakukan adalah sihir. Wanita itu ingin menghapus dosa jika kemampuan supra naturalnya adalah sihir.

Sebenarnya apa yang ia lakukan di masa remaja dan  masa lalunya  adalah di luar nalar, di luar sadar. Entah kenapa tiba-tiba ia bisa melintasi zaman, menembus waktu , dari masa silam ke masa depan. 

Ia tak sengaja melakukannya selalu di larut malam. Sehingga tak satupun dari keluarganya mengetahui itu. Bahkan ia mendatangi pelukis dari masa silam, minta dirinya dilukis. 

Pemuda itu , termasuk salah satu yang ia minta agar menulis lagu tentang dirinya. Saat itu usianya terlalu muda, 18 tahun , sehingga menggunakan kemampuan itu  untuk  bertemu dengan banyak sosok  dari masa silam. Meski tidak setiap orang bisa melihat dirinya.

Puisi ini  aku coba jadikan lagu,  sekarang sedang ngetrend musikalisasi puisi. Juga  AI yang bisa mencipta musik dan melodi dari serangkai puisi , bahkan menyiapkan vokalisnya. Nah aku coba puisi yang aku tulis ini dikelola oleh Suno AI, hasilnya  seperti  yang aku unggah di instagramku ini.

Memang keren sih karya AI, tapi aku yakin karya manusia tetap lebih  membumi dan bernyawa,  next tetap inginnya menjadikan  puisi-puisi lamaku jadi lagu, yang buatan sendiri, bukan buatan mesin ajaib yang bernama AI......

Kepada Denting Piano di Ujung Rembulan

Nada Miris berjatuhan pada malam kalbuku

Menggelinding ke semua kunci batin

Pintu kalbu menguak gerbangnya

Kalbuku mengawang-awang

Jumpalitan ke balik awan

Kau permainkan kembali nada-nada lirih rembulan

Pada tahun-tahun yang asing

Perkusi malam berlatar dedaunan bambu , sungai dan dedaunan

Musikmu masih merayap menyelinap dimensi asing

Kabin rahasia persuaan jiwa kita

Dimana api rindu membakar bulan

Denting piano melumat diamku

Seperti sembilu yang mengetuk malam

Ruang ruang sukma kita

Kau masih menatap di balik jutaan jarak

Menggaungkan musik itu pada rembulan


Komposisi dan irama telah kau terbangkan

Pada butiran angin di semua musim

Aku masih bisu kehilangan nada

Saat kau terus mengembara dalam lagu-lagu penantian


Diamku masih membungkus rahasia  

Sampai denting pianomu tergelincir letih

Di ujung rembulan




Bandung Juli  2002

Jawa Pos Minggu  11 agustus 2002

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4