Misbah Murad
Misbah Murad O

"Tidak ada sekolah menulis; yang ada hanyalah orang berbagi pengalaman menulis."- Pepih Nugraha, Manager Kompasiana. chanel you tube misbahuddin moerad

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Curug Cikuluwung, Konon Raja Mulawarman Pernah Bersemedi di Sini

13 Januari 2020   07:55 Diperbarui: 13 Januari 2020   07:58 21 2 0

Kompasianer ...

Saat selesai menikmati Curug Ngumpet, bertemu dengan sepasang suami istri sepertinya yang lagi berbulan madu, kami menikmati kopi susu dan pisang goreng di salah satu sudat warung.

Dia bertanya apakah kami sudah menikmati Curug Cikuluwung, kami bilang belum, dan dia menerangkan serta memperlihatkan foto-foto waktu dia berada disana, tertarik kami langsung meminta petunjuk lokasi menuju kesana dari tempat kami minum ini, saya dan keluarga ingin segera kesana, setelah selesai minum dan bersalaman kami langsung menuju Curug Cikuluwung.

Kompasianer ...

Kami sempat tiga kali bertanya dengan penduduk sekitar sebelum sampai ketempat tujuan, karena memang destinasi wisata yang satu ini hampir tidak ada tanda, atau rambu-rambu yang mengarahkan kita menuju tempat ini, untung saat bertanya dengan pangkalan ojek.

Setelah dua kali bertanya dengan beberapa penduduk sebelumnya kami diarahkan dengan detail, sampai dilokasi ada dua penjagaan yang harus kita lewati, penjagaan pertama kita bayar Rp. 5.000,- sebagai tanda masuk.

Kemudian yang kedua Rp. 10.000,- Penjagaan parkir, di sini mereka hanya meminta seikhlasnya dan untuk kendaraan roda dua langsung diserahkan kantongan plastik untuk helm, untuk tempat parkirpun kita menyisipkan di depan rumah penduduk setempat, karena tidak ada lahan khusus parkir yang tersedia, selanjutnya saya minta temanin dengan beberapa anak-anak untuk menjadi guide kami karena masih menyusuri lagi di sela-sela rumah penduduk.

Kompasianer ...

Kira-kira 5 menit perjalanan kami memasuki pos penjagaan, kemudian ditanya, mau ke Curug Cikuluwung satu apa dua, saya baru tahu ternyata ada dua tingkatan disini, dan jalannya juga berbeda sesampai di persimpangan, yang satu kekiri dan yang satu ke kanan.

Kami memutuskan yang satu dulu, dengan biaya masuk Rp. 20.000,- per orang sudah termasuk baju pelampung, sesampai di bawah kami tidak boleh menuju lokasi, mendapatkan penjelasan dari pengelola, dari mulai ditemukan pertama sampai dijelaskan kalau Raja Mulawarman dari Kutai Kartanegara pernah bertapa di tempat ini, dan yang terpenting ada satu tempat yang dilarang untuk di ceburi cukup di nikmati saja, setelah selesai penjelasan dia bertanya, kami dari mana, saya katakan saya asalnya dari Samarinda, jarak Kutai Kartanegara dan Samarinda hanya 45 menit.

Berjalan kaki lagi menuju lokasi sekitar 7 menit, guide saya yang berjalan sambil menceritakan tempat ini sekali lagi, ternyata Curugnya ada di bawah dan jalan menuju kesana menuruni anak tangga kayu serta tali tambang karena setelah anak tangga kayu terakhir sisanya bebatuan, melihat lokasi terjal istri memutuskan hanya sampai disitu saja tidak berani turun, sudah mencoba tapi sangat licin, karena banyak pengunjung yang turun naik dengan pakaian yang basah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2