Bersyukur kami menikmati pelayaran menggunakan kapal phinisi Nusantara yang legendaris, kami menikmati pelayaran sore hari dan berlayar selama 2,5 jam sampai 3 jam menyusuri perairan Sulawesi Selatan, kami juga menikmati makan malam di atas kapal dan kegiatan kami tutup dengan hiburan lagu lagu yang membangkitkan gairah serta pesta kembang api di dua kapal phinisi.
Kapal phinisi adalah salah satu ikon maritim Indonesia yang sudah mendunia. Kapal layar tradisional asal Sulawesi Selatan ini bukan hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga sarana untuk menjelajahi luasnya lautan Nusantara. Dengan desain khas yang elegan dan kekuatan layar yang kokoh, kapal phinisi menawarkan pengalaman berlayar yang berbeda---memadukan nuansa tradisional dengan petualangan modern.

Phinisi berasal dari tradisi pelaut Bugis-Makassar yang dikenal tangguh dan berani menjelajahi samudra. Kapal ini awalnya digunakan untuk perdagangan antar pulau, bahkan hingga mancanegara. Filosofinya erat kaitannya dengan semangat kerja keras, kebersamaan, dan keberanian menghadapi ombak besar. Tidak heran, UNESCO telah menetapkan pembuatan kapal phinisi sebagai warisan budaya tak benda dunia.
Berlayar menggunakan phinisi memberikan pengalaman unik. Suara layar terkembang, tiupan angin laut, serta panorama pulau-pulau tropis menjadikan ekspedisi ini begitu berkesan. Banyak phinisi modern kini dilengkapi dengan fasilitas wisata seperti kabin nyaman, ruang makan, hingga dek untuk menikmati matahari terbenam. Meski demikian, nuansa tradisional tetap terasa kuat.

Ekspedisi phinisi bukan hanya tentang wisata, tetapi juga bentuk pelestarian budaya. Para pengrajin di Sulawesi masih terus membuat kapal ini dengan teknik turun-temurun, namun kini dikombinasikan dengan kenyamanan modern. Hal ini menjadikan phinisi sebagai simbol kebanggaan bangsa sekaligus daya tarik pariwisata bahari.
Hayu Explore Indonesia