Video

"Dari Ombak Samudra Hindia ke Puncak Peradaban: Kisah Nyata Perjalanan Kami Menyusuri Yogyakarta dan Jawa Tengah"

13 Mei 2026   05:43 Diperbarui: 13 Mei 2026   05:43 142 13 7


"Setelah Pantai, Kami Menemukan Sesuatu yang Lebih Dalam: Candi dan Makna Kehidupan"

Episode 14 - Candi

Terjebak "Cinta" dan Tawa di Candi Banyunibo: Permata Kecil yang Bikin Ogah Pulang

Selamat pagi, Kompasianer!

Setelah perjalanan yang penuh makna di candi-candi sebelumnya, kali ini kami justru menemukan sesuatu yang berbeda.

Bukan tentang misteri.
Bukan tentang keheningan.

Tapi tentang... tawa sederhana di tengah sawah.

Si "Sebatang Kara" yang Menenangkan

"Koleksi: Misbah Moerad."

Begitu tiba, kami langsung disambut satu bangunan candi yang berdiri sendiri, dikelilingi sawah hijau dan ladang tebu.

Tenang.
Sepi.
Tapi justru terasa hangat.

"Wah, kecil ya, Pa? Kok nggak kayak Borobudur?" celetuk anak saya.

Istri langsung menjawab santai,
"Ya iyalah, ini versi hemat tenaga. Nggak bikin Papa ngos-ngosan!"

Kami tertawa.

Dan di situlah saya sadar---
kadang yang kecil justru lebih terasa dekat.

Kecil, Tapi Penuh Cerita

Meski tidak besar, Candi Banyunibo menyimpan detail yang luar biasa.

Relief tumbuhan, stupa kecil, dan susunan batu yang rapi seolah bercerita tentang masa lalu yang tenang.

Saya mencoba menjelaskan ke anak-anak:

Bahwa candi ini adalah tempat pemujaan Buddha,
dan dipercaya berkaitan dengan Dewi Hariti-simbol kesuburan dan kehidupan.

Istri langsung menimpali sambil tersenyum,
"Berarti kita doain di sini... biar rezeki makin subur ya?"

Saya jawab cepat,
"Iya... tapi jalannya tetap pelan, jangan buru-buru kayak ngejar cicilan!"

Tawa kembali pecah.

"Koleksi: Misbah Moerad."

Momen Sederhana yang Justru Berarti

Kami berjalan santai mengelilingi candi.

Melihat candi-candi kecil di sekelilingnya.
Mengambil foto seadanya.
Menggoda satu sama lain tanpa tujuan.

Saat istri berpose di depan relief, saya berbisik ke anak:

"Itu Mama lagi latihan jadi patung candi..."

Anak langsung tertawa.

Dan jujur saja...
momen seperti itu yang paling lama tinggal di ingatan.

Refleksi: Yang Kecil, yang Justru Membekas

Di tempat yang sederhana ini, saya justru merasakan sesuatu yang berbeda.

Tidak ada keramaian.
Tidak ada target foto.

Hanya kami... dan waktu yang berjalan pelan.

Dan di situlah saya sadar:

- tidak semua perjalanan harus besar untuk menjadi berkesan,
- kadang justru yang sederhana... yang paling sulit dilupakan.

Penutup: Bukan Tentang Tempatnya

Candi Banyunibo mungkin tidak sebesar candi lain.

Tapi di sinilah kami tertawa paling lepas.

Di sinilah kami merasa paling santai.

Dan mungkin...
di sinilah kami benar-benar menikmati perjalanan tanpa terburu-buru.

Karena pada akhirnya,
yang kita ingat bukan seberapa megah tempatnya,
tetapi seberapa hangat momen di dalamnya.

"Koleksi: Misbah Moerad."

Jika Banyunibo memberi kami tawa dan kesederhanaan,
maka perjalanan berikutnya akan membawa kami pada sesuatu yang lebih luas... dan lebih megah.

Sebuah candi dengan kisah besar,
dan arsitektur yang membuat kami kembali terdiam.

Ikuti terus perjalanan kami.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5