Siapa sangka, area bantaran Sungai Brantas yang dulunya identik dengan kawasan kumuh dan suram kini bertransformasi menjadi salah satu spot paling ceria di Kota Malang! Berbekal kamera dan persiapan logistik ngemil yang memadai, saya dan istri sukses memboyong dua anak cewek kami untuk hunting foto sepuasnya di Kampung Warna-Warni (KWJ) Jodipan.

Dari Kampung "Buangan" Menjadi Spot Sejuta Umat
Jauh sebelum tempat ini viral dan dihiasi mural lucu di setiap sudutnya, Kampung Jodipan adalah pemukiman padat penduduk yang sangat kumuh. Saking tak terawatnya, tempat ini bahkan pernah masuk daftar kawasan paling kumuh di Indonesia dan warganya nyaris digusur!
Untungnya, keajaiban datang pada tahun 2016 berkat tangan kreatif sekelompok mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam GuysPro. Terinspirasi dari pemukiman warna-warni di Brazil dan Italia, mereka menyulap kampung ini menjadi lautan warna pelangi! Berkat kolaborasi apik dengan produsen cat lokal dan warga setempat, dinding kusam berubah drastis menjadi maha karya seni yang Instagramable.

Dua Anak Cewek Ribet? Cuma di Sini Solusinya!
Begitu sampai di lokasi, dua putri kami langsung histeris kegirangan. Maklum, jiwa narsis mereka seketika meronta-ronta melihat ratusan warna mencolok dan mural 3D di sana-sini.
"Pah, ayo foto di lorong payung! Bagus banget buat TikTok!" rengek si bungsu.
"Eh, tapi kita harus lewat jembatan kaca dulu dong, biar kayak di luar negeri!" sahut kakak sulungnya antusias.
Istri saya tak mau kalah, ia langsung sibuk mengatur posisi dan gaya, menuntut saya menjadi fotografer pribadi merangkap content creator dadakan. Kami menyusuri lorong demi lorong sempit yang disulap bak galeri seni terbuka. Mulai dari tangga warna-warni, lukisan ikan raksasa, hingga jembatan ikonik yang menghubungkan Kampung Jodipan dengan Kampung Tridi, semuanya sukses kami jelajahi. Yang paling seru, tiket masuknya cuma Rp2.000 saja per orang dan kita dapat bonus stiker lucu! Hemat pol, kan?
Puas Berkelana, Saatnya Menggoyang Lidah
Perut kami yang tadinya kenyang karena keseruan menjelajah, tiba-tiba keroncongan juga. Beruntung, warga setempat banyak yang membuka warung jajanan di sekitar area wisata. Kami akhirnya mampir untuk mencicipi kuliner khas Malang.
Kami memesan bakso Malang hangat yang kuahnya gurih mantap, dipadukan dengan siomay dan gorengan renyah. Tidak lupa, kami juga mencicipi orem-orem khas Malang-irisan tempe dan ayam kuah santan kuning yang rasanya nendang banget, apalagi disantap bersama potongan ketupat. Suasana makan siang lesehan kami di kampung ini terasa makin nikmat dan syahdu diiringi derai tawa dua jagoan cewek saya yang mulutnya belepotan kuah bakso.

Yuk, Agendakan ke Sini!
Liburan ke Kampung Warna Warni Malang bareng keluarga benar-benar paket komplit. Selain dapat stok foto liburan yang melimpah untuk stok setahun, kita juga diajarkan bagaimana kreativitas bisa mengubah lingkungan kumuh menjadi destinasi wisata kebanggaan.
Buat kompasianer dan keluarga yang lagi cari destinasi liburan ramah kantong, unik, dan penuh warna, wajib banget masukkin tempat ini ke bucket list! Tunggu apa lagi? Segera agendakan liburan kalian ke Malang dan rasakan sendiri serunya menyusuri pelangi di tepi Sungai Brantas!