Kalau naik?
Perut kosong.
Akhirnya kami ambil keputusan yang sangat berani:
Naik dulu... sambil berharap ada mukjizat di Pos 2.

Jam 06.45 registrasi.
Di depan kami ada rombongan emak-emak.
Ini biasanya tanda bahaya...
Karena pengalaman membuktikan:
emak-emak kalau naik gunung itu... pelan tapi konsisten. Bisa tiba-tiba sudah di depan lagi.
Jam 07.00... kami mulai "gas".
Padahal jujur saja...
baru mulai saja napas sudah mulai diskusi sama paru-paru.
Jalur menuju Pos 1 ternyata cukup "bersahabat tapi menusuk."
Tangga sudah rapi, jalur jelas... tapi tetap saja menanjak tanpa kompromi.
Di Tikungan Slebew menuju Pos 1, saya berhenti.
Bukan karena pemandangan...
tapi karena napas perlu di-reset.