Awalnya cuma niat jalan biasa... apalagi dengar kata "gratis", ya siapa sih yang nggak tergoda? Tapi yang terjadi justru di luar dugaan-saya malah basah kuyup, tertawa sendiri, dan... jujur saja, lupa kalau usia sudah tidak muda lagi!
Pagi itu, pukul 06.05, saya dan istri sudah meluncur dari rumah dengan motor legend kami. Bukan tanpa alasan berangkat sepagi itu-kami punya "ritual wajib" setiap ke arah Puncak: Bubur Ayam Cianjur di Mega Mendung.

Sarapan sederhana, tapi selalu jadi pembuka cerita. Hangatnya bubur seperti memberi energi untuk petualangan kecil yang, tanpa kami sadari, akan jadi pengalaman tak terlupakan hari itu.
Hanya sekitar 20 menit dari lokasi sarapan, kami sampai di Bale Iyuh, Desa Batulayang, Cisarua, Bogor. Tempat ini memang sedang viral. Tapi yang paling bikin kaget bukan karena ramainya... melainkan karena tidak ada tiket masuk sama sekali!
Iya, kompasianer ... gratis! Cuma bayar parkir.
Baru dibuka sejak Juni 2025, dan kini tepat satu tahun, Bale Iyuh seperti menemukan momentumnya. Pengunjung dari berbagai daerah, terutama Jakarta, sudah memadati area ini sejak pagi.
Saya sempat berdiri, memperhatikan satu per satu... orang-orang tertawa, berteriak kecil saat terkena arus, ada yang ragu-ragu, ada yang langsung nyemplung tanpa pikir panjang.
Dan di situlah "godaan" itu datang.
Air Kali Ciliwung terlihat jernih, bersih, dan mengalir deras. Bukan sekadar sungai biasa-ini seperti arena bermain alami yang memanggil siapa saja untuk ikut merasakan sensasinya.
Saya yang memang sudah siap dari rumah... akhirnya menyerah.

Turun ke air.
Detik pertama: dingin!
Detik kedua: kaget!
Detik ketiga: ketagihan!
Arusnya cukup kuat, tapi justru di situlah sensasinya. Rasanya seperti kembali ke masa kecil-bebas, tanpa beban, tanpa memikirkan apa pun selain menikmati momen.
Sementara itu, istri saya lebih memilih menikmati dari pinggir-sesekali tertawa melihat saya yang seperti anak kecil baru kenal sungai.
Semakin siang, suasana semakin ramai. Ada yang sekadar duduk santai, ada yang berendam, dan ada juga yang seperti saya-tidak mau naik lagi dari air.
Kadang kita terlalu sibuk mencari kebahagiaan yang "besar", sampai lupa bahwa yang sederhana pun bisa memberi rasa yang jauh lebih dalam.
Bale Iyuh Ciliwung bukan sekadar tempat wisata... tapi tempat untuk "mengembalikan diri" ke versi paling jujur: sederhana, bahagia, dan apa adanya.
Kalau kompasianer lagi ke Puncak dan ingin merasakan sensasi yang beda-bukan mall, bukan cafe, tapi alam yang benar-benar hidup-coba datang ke sini.
Siapkan baju ganti... karena kemungkinan besar, kompasianer juga akan "lupa diri" seperti saya.
Dan percaya deh... pulangnya bukan cuma basah, tapi juga bahagia.