Video Pilihan

"Dingin, Gelap, dan Bau Belerang: Perjalanan Spiritual Menyambut Api Biru di Gunung Ijen"

14 Juni 2026   05:00 Diperbarui: 13 Juni 2026   21:23 127 14 10

Kami? Tetap dengan gaya sendiri.

Pelan... karena saya membawa istri dan satu teman wanita dari Kalimantan Timur. Beberapa kali harus berhenti, bukan hanya karena lelah... tapi juga karena kami memilih menikmati perjalanan.

Gelap menyelimuti jalur. Hanya lampu senter dan headlamp yang menjadi teman. Sesekali kami berpapasan dengan pemandangan yang cukup unik-pendaki yang dibawa menggunakan gerobak.

Ya... benar-benar duduk manis.

Satu orang menarik, dua orang mendorong. Total tiga orang tenaga manusia. Tarifnya saat itu sekitar 800 ribu rupiah PP (sekarang katanya sudah 1 juta). Sebuah pilihan bagi yang ingin "hemat tenaga"... tapi mungkin kehilangan cerita.

"Koleksi : Misbah Moerad."

Alhamdulillah, pukul 04.12 kami tiba di atas.

Di sinilah dilema muncul.

Turun ke api biru? Atau sholat subuh?

Kalau turun, hampir pasti subuh terlewat. Kalau sholat di bawah, bau belerang terlalu menyengat dan tidak memungkinkan.

Akhirnya kami memilih... sholat di atas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4