Video Pilihan

Hari Terakhir di Ranah Minang: Antara Air Mata, Doa, dan Perpisahan yang Mengharukan

23 Juni 2026   05:30 Diperbarui: 22 Juni 2026   15:42 184 27 13


Setiap perjalanan pasti ada akhirnya...
Dan hari terakhir di Sumatera Barat ini bukan tentang destinasi lagi-
tapi tentang rasa yang tertinggal di hati.

Monumen Korban Gempa: Nama-Nama yang Menjadi Pengingat
Perjalanan kami di hari terakhir diawali dengan mengunjungi Monumen Korban Gempa Padang.

Di sini... suasana langsung berubah.
Tidak ada tawa, tidak ada canda seperti hari-hari sebelumnya.

Kami berjalan perlahan, membaca satu per satu nama yang terukir.
Nama-nama itu bukan sekadar tulisan...
tapi kisah, keluarga, dan kehidupan yang pernah ada.

Saya dan istri hanya saling pandang... tanpa banyak kata.
Karena memang... tidak semua rasa bisa dijelaskan.

"Koleksi: Misbah Moerad."

Museum Gempa: Dokumentasi yang Menggetarkan Hati
Kami melanjutkan ke Museum Gempa Sumatera Barat.

Di dalamnya tersimpan dokumentasi-foto, cerita, dan rekaman peristiwa yang mengguncang Sumatera Barat.

Melihat foto-foto tersebut... jujur, hati terasa berat.
Bayangan kepanikan, kehilangan, dan perjuangan terasa begitu nyata.

Istri saya sempat berkata pelan,
"Kita datang sebagai wisatawan... tapi pulang membawa pelajaran hidup."

Saya hanya mengangguk...
karena memang benar.

"Koleksi : Misbah Moerad, Reporternya masih imut"

Masjid Raya Padang: Menutup Perjalanan dengan Doa
Destinasi terakhir kami adalah Masjid Raya Sumatera Barat.

Masjid yang megah ini bukan hanya indah secara arsitektur,
tapi juga memberikan ketenangan yang luar biasa.

Kami menunaikan sholat berjamaah di sini...
seolah menutup seluruh perjalanan dengan rasa syukur.

Di dalam doa, kami titipkan banyak hal-
rasa terima kasih, keselamatan, dan harapan untuk kembali lagi suatu hari nanti.

"Koleksi: Misbah Moerad."

Perpisahan: Bukan Akhir, Tapi Janji untuk Kembali
Perjalanan kami pun berakhir... kembali menuju bandara.

Di dalam perjalanan, suasana lebih banyak diam.
Bukan karena lelah...
tapi karena terlalu banyak kenangan yang diputar ulang di kepala.

Saya sempat berkata pelan,
"Kayaknya kita harus balik lagi ke sini..."

Istri saya langsung jawab singkat,
"Wajib."

Terima Kasih, Sumatera Barat...
Terima kasih atas keindahan alamnya...
Terima kasih atas keramahan masyarakatnya...
Terima kasih atas cerita-cerita yang kami bawa pulang...

Bye... bye... Sumatera Barat...
Sampai jumpa di perjalanan berikutnya.

Salam hangat dari kami...
untuk Ranah Minang yang selalu punya tempat di hati.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3