Video Pilihan

Menikmati Puncak 2 Sampai Situ Rawa Gede

11 Agustus 2026   05:33 Diperbarui: 11 Agustus 2026   05:33 303 12 7


A Day in My Life

Catatan dari Saung APA, 620 MDPL

Episode 22 -- Menikmati Puncak 2 Sampai Situ Rawa Gede

Selamat ..........Kompasianer...

Kalau biasanya orang pergi liburan itu buru-buru mengejar tempat tujuan, kali ini saya dan istri justru punya prinsip yang berbeda.

Yang penting bukan cepat sampai, tapi sepanjang perjalanan jangan sampai ada yang terlewat. He he he...

"Koleksi: Misbah Moerad"

Beberapa waktu lalu, kami kembali jalan-jalan menggunakan kendaraan legend kami, Supra X. Tujuannya kali ini adalah Situ Rawa Gede, yang berada di Desa Sirnajaya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kami berangkat dari rumah sekitar pukul 05.45 WIB. Sengaja berangkat pagi karena kami tidak menggunakan jalan tol. Maklum om bro, kalau lewat jalan biasa, selain lebih santai, kami juga bisa menikmati perjalanan.

Lagipula hari itu kami memang tidak punya target harus sampai jam berapa.

Target kami cuma satu: menikmati Puncak 2, Sukamakmur, sampai puas.

Sekitar pukul 07.15 WIB, kami sudah sampai di kawasan Sentul. Perjalanan pagi itu terasa menyenangkan. Udara masih sejuk, jalan belum terlalu ramai, dan sesekali pemandangan membuat kami ingin berhenti.

Tapi sebelum terlalu jauh, perut rupanya lebih dulu mengingatkan...

"Jalan-jalan boleh, tapi sarapan jangan dilupakan!"

Akhirnya kami berhenti di sebuah mobil yang menjual masakan khas Jawa Timur.

Mobilnya sebuah Avanza biasa, bukan mobil yang dimodifikasi menjadi warung berjalan. Sebagian makanan ditaruh di meja lipat di belakang mobil, lengkap dengan beberapa kursi lipat untuk pembeli.

Sederhana, tapi justru menarik.

Kami memilih Pecel Madiun lengkap dengan peyek, ditemani teh panas.

Kami makan perlahan, tidak terburu-buru. Toh hari itu memang kami niatkan untuk menikmati perjalanan.

Pecelnya enak, peyeknya renyah, tehnya panas... lengkap sudah.

Perut kenyang, hati senang, perjalanan boleh dilanjutkan.

"Koleksi: Misbah Moerad"

Sekitar pukul 08.10 WIB, kami membayar makanan lalu kembali melanjutkan perjalanan menuju Sukamakmur.

Nah, di sinilah perjalanan mulai terasa seperti wisata tersendiri.

Sepanjang jalan menuju Puncak 2, setiap kali melihat tempat yang bagus, pemandangan yang menarik, atau suasana yang menurut kami sayang kalau dilewatkan, kami berhenti.

Foto!

Video!

Lihat-lihat!

Lalu jalan lagi.

Begitu terus.

Kalau anak muda mungkin perjalanan seperti ini disebut slow travel.

Kalau kami?

Ya... namanya memang sudah tidak kuat ngebut. He he he...

Tapi justru karena santai, kami bisa menikmati setiap sudut perjalanan.

Jalan Sukamakmur menuju kawasan Puncak 2, kemudian mengarah ke Puncak 1, sekarang sudah terasa jauh lebih nyaman. Jalan yang kami lalui sebagian besar sudah mulus dan dicor. Begitu juga akses menuju Situ Rawa Gede yang sudah sangat baik.

Akhirnya sekitar pukul 10.15 WIB, kami tiba di kawasan Situ Rawa Gede.

"Koleksi: Misbah Moerad"

Begitu masuk, suasana langsung terasa berbeda.

Di hadapan kami terbentang sebuah situ yang dikelilingi perbukitan hijau. Udara sejuk, suasananya tenang, dan pemandangan alamnya membuat rasa lelah perjalanan seperti hilang begitu saja.

Situ Rawa Gede memang cocok untuk mereka yang ingin kabur sebentar dari rutinitas.

Bukan hanya untuk datang, duduk, lalu pulang. Di sini pengunjung bisa menikmati berbagai aktivitas.

Ada area kamping, bahkan tersedia juga glamping bagi yang ingin menikmati suasana alam tanpa harus terlalu repot mendirikan tenda.

Ada pula kolam renang dan wahana air seperti perahu bebek.

Buat yang senang berburu foto, tempat ini juga tidak kekurangan spot menarik. Salah satunya adalah jembatan apung dan jalur bambu yang bisa menjadi tempat berjalan-jalan sekaligus menikmati pemandangan.

Kami tentu saja tidak menyia-nyiakan kesempatan.

Kalau ada tempat bagus, kamera dan HP langsung bekerja.

Namanya juga jalan-jalan, kalau tidak difoto nanti siapa yang percaya? He he he...

Yang menarik, di sekitar area Situ Rawa Gede juga tersedia tempat untuk menikmati kopi khas Situ Gede, kopi olahan mereka sendiri.

Jadi setelah puas keliling, kita bisa duduk santai sambil menikmati secangkir kopi dengan suasana pegunungan.

Untuk tiket masuk, saat kami mencari informasi, kisarannya sekitar Rp20.000--Rp25.000 per orang, sementara camping berada di kisaran Rp30.000--Rp45.000. Parkir sekitar Rp5.000 untuk motor dan Rp10.000 untuk mobil. Harga bisa berubah, jadi sebaiknya cek kembali sebelum berkunjung.

Salah satu hal yang juga menarik, kawasan ini dapat dikunjungi kapan saja dan area campingnya tersedia selama 24 jam. Jadi bagi yang ingin merasakan suasana Situ Rawa Gede pada malam hari, camping bisa menjadi pilihan.

Bagi kami sendiri, perjalanan kali ini bukan sekadar menuju sebuah destinasi.

Perjalanan menuju ke sanalah yang justru menjadi bagian yang menyenangkan.

Mulai dari berangkat pagi dari rumah, menikmati jalan tanpa tol, sarapan Pecel Madiun di belakang mobil Avanza sederhana, berhenti berkali-kali hanya karena menemukan pemandangan bagus, sampai akhirnya duduk menikmati suasana Situ Rawa Gede.

Semua dijalani tanpa buru-buru.

Mungkin memang begini cara kami menikmati masa sekarang.

Tidak perlu mengejar terlalu banyak tempat dalam satu hari.

Cukup satu tujuan, tetapi perjalanan menuju ke sana dinikmati sepenuhnya.

Karena pada akhirnya, yang sering kita ingat bukan hanya "pernah ke mana", tetapi juga "pernah menikmati apa bersama siapa."

Dan pagi itu, saya dan istri kembali menemukan satu cerita kecil yang menyenangkan...

 

"Koleksi: Misbah Moerad"

Catatan dari Saung

Dari rumah, menyusuri Puncak 2, sampai akhirnya duduk tenang di Situ Rawa Gede.

Sederhana...

Tapi justru yang sederhana seperti inilah yang sering membuat hati bahagia.

Salam dari Saung APA, 620 MDPL.

Sampai ketemu di perjalanan berikutnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6