Video Pilihan

Keliling Rawa Pening: Tawa, Nyasar, dan Keindahan yang Tak Terlupakan

13 Agustus 2026   11:04 Diperbarui: 13 Agustus 2026   11:04 401 24 11

Sesampainya di dekat lokasi, perut pun mulai terasa lapar. Kami memilih berhenti sejenak untuk sarapan di tempat sederhana yang udaranya segar. Di sana, di meja kayu yang berhadapan dengan hamparan hijau, kami menikmati hidangan sambil terus bercanda.

"Siapa tadi yang bilang 'sebentar sampai lalu langsung sarapan'? Eh, malah jalan-jalan dulu keliling desa," ledek istri sambil menyendok nasi hangat.

Saya ikut tertawa: "Itu namanya jalan pintas yang ternyata berputar panjang. Tapi kan jadi makin lapar, makin nikmat sarapannya!"

Anak-anak ikut menyahut, saling melempar kelakar tentang perjalanan tadi. Suara tawa kami berpadu dengan suara angin yang berhembus lembut. Sarapan sederhana itu terasa luar biasa nikmat, bukan hanya karena makanannya yang lezat, melainkan karena kebersamaan dan canda tawa yang mengisi meja kami berlima.

"Koleksi: Misbah Moerad"

Menyusuri Rawa Pening di Atas Perahu

Setelah kenyang dan hati pun gembira, kami pun naik ke atas perahu untuk mulai menyusuri luasnya Rawa Pening. Perlahan perahu melaju, dan hamparan air yang luas mulai terbentang di hadapan kami.

Wajah-wajah lelah seketika hilang berganti kekaguman. Mata memandang tak lelah ke segala arah - luas sekali rawa ini, membentang sejauh mata memandang. Namun yang paling menarik perhatian kami adalah hamparan enceng gondok yang hijau dan lebat, menutupi sebagian besar permukaan air, seolah membentuk permadani hijau yang tak bertepi.

"Wah, luas sekali ya, Mah..." ucap saya memecah keheningan, sambil menatap hamparan hijau di depan mata.

Istri tersenyum memandang ke sekeliling: "Luas sekali, dan lihatlah enceng gondoknya... hampir menutupi seluruh permukaan air. Indah sekali, seperti selimut hijau yang menutupi rawa ini."

Anak bungsu tampak takjub menunjuk ke arah samping perahu: "Banyak sekali ya enceng gondoknya, Pa! Sampai airnya tidak terlihat lagi."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3