Selamat pagi!
Pernah nggak sih rasanya, kalau akhir pekan tiba, badan sudah siap kabur dari hiruk-pikuk kota, tapi pikiran berat mikir perjalanan jauh yang bikin pegal? Nah, kami berdua sudah berkali-kali "lari" ke satu tempat andalan - kadang rame-rame bareng komunitas gowes, kadang ajak keluarga besar, dan yang paling sering... cuma berdua saja, saya dan istri tercinta. Tempat itu namanya Curug Nangka.
Kalau ditanya perjalanan? Pakai kendaraan kesayangan kami, lewat jalan alternatif yang sejuk, cuma butuh waktu sekitar 45 menit sampai 1 jam. Belum sempat bosan di jalan, belum sempat habis bahan obrolan seru, eh sudah sampai saja!

Kenapa Kami Selalu Kembali ke Curug Nangka?
Curug Nangka itu letaknya di kaki Gunung Salak, Desa Sukajadi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor - dan jujur saja, ini adalah "obat penat" paling praktis buat warga Jabodetabek yang rindu alam tapi malas tempuh perjalanan berjam-jam.
Begitu tiba, yang pertama menyapa bukan petugas tiket, melainkan angin sejuk pegunungan yang langsung memeluk wajah. Sejuknya itu lho... bikin seketika lupa kalau seminggu penuh kepanasan dan berdesak-desakan di kota. Ditambah suara air terjun yang mengalir lembut, seolah-olah sedang bersenandung: "Tenang saja dulu, ya... tarik napas panjang..."
Dikelilingi hutan pinus yang menjulang dan pepohonan tropis yang rimbun, udaranya terasa bersih dan segar di paru-paru. Kami sering bercanda, di sini saja sudah cukup "puas menghirup udara segar", belum termasuk pemandangannya yang bikin mata dimanjakan. Kalau istri sudah sibuk memotret pemandangan dengan berbagai gaya, saya biasanya cuma tersenyum melihatnya - rupanya, kebahagiaannya sama indahnya dengan air terjun ini.

Sedikit Guyonan Kami di Curug Nangka
Sambil duduk santai di pinggir air yang jernih dan sejuk, kami berdua sering beradu bercanda:
"Kalau air di Curug Nangka ini diminum, kira-kira sama,ngak sama air di saung kita, atau langsung jadi segar bugar seumur hidup?"
Istri pun tak kalah seru:
"Papa lihat airnya mengalir terus tanpa henti ya? Itu pengingat, kalau lelah itu biarkan mengalir pergi begitu saja, jangan dipikul terus. Seperti air ini - mengalir, tenang, dan tetap jernih."
Lalu saya balas lagi:
"Wah bijaknya! Kalau begitu, kita tinggalkan saja semua lelah di sini. Biar air yang membawanya pergi, dan yang dibawa pulang cuma kenangan manis dan foto-foto cantikmu saja."
Sambil tertawa, kami melepas alas kaki, merendam kaki di air yang dinginnya menyegarkan - rasanya seolah-olah semua kelelahan seketika lari terbirit-birit!

Cocok untuk Siapa Saja?
Curug Nangka bukan cuma untuk berduaan seperti kami lho! Tempat ini juga sangat ramah untuk:
Fasilitasnya cukup memadai, lokasinya gampang dijangkau, dan yang paling penting: alamnya masih sangat asri dan terjaga. Belum terlalu ramai hingga berisik, belum banyak sampah yang merusak pandangan - tempat yang tepat untuk benar-benar menyatu dengan alam.

Pesan Kami
Kalau kompasianer sedang mencari pelarian dari penatnya rutinitas kota, ingin menikmati sejuknya udara pegunungan, mendengar gemericik air yang menenangkan, tanpa harus tempuh perjalanan jauh dan melelahkan - maka Curug Nangka adalah jawabannya.
Datanglah sendiri, bersama keluarga, atau seperti kami... berdua saja bersama orang terkasih. Biarkan alam menyapa, biarkan lelah terbawa air, dan pulanglah dengan hati yang lebih ringan dan wajah yang lebih sering tersenyum.
Sampai ketemu di Curug Nangka ya! Siapa tahu kita sempat saling menyapa sambil bercanda: "Hati-hati, kalau terlalu lama di sini, bisa-bisa tak ingin pulang ke kota!"