Video Pilihan

Kucing Penuntun Curug Cipeuteuy: Misteri Satwa "Penjaga" di Kaki Gn Salak

20 Agustus 2026   05:38 Diperbarui: 20 Agustus 2026   05:38 201 8 9


Kucing Penuntun Curug Cipeuteuy: Misteri Satwa "Penjaga" di Kaki Gunung Salak

Bagi sebagian orang, mendaki gunung atau berkemah di alam liar selalu diidentikkan dengan cerita mistis yang menyeramkan. Namun, petualangan saya dan istri kali ini di Curug Cipeuteuy, yang masih berada di kawasan kaki Gunung Salak, memberikan pengalaman misterius yang berbeda. Bukan sosok menyeramkan yang kami temui, melainkan seekor kucing dengan corak tiga warna (putih, sedikit kuning, dan hitam) yang seolah bertindak sebagai pemandu jalan spiritual kami.

"Koleksi : Misbah Moerad"

Penyambutan Tak Terduga di Area Parkir

Hari itu kami tiba di area parkir Curug Cipeuteuy dengan semangat seperti biasa. Saat kami baru saja turun dan mulai menyiapkan perlengkapan camping, kucing bercorak unik ini langsung mendekati kami. Jujur, awalnya kami tidak menaruh perhatian lebih. Kami pikir ia hanya kucing lokal biasa yang terbiasa mencari makan dari para pengunjung.

Namun, keanehan mulai terasa saat kami melangkah menuju loket Harga Tanda Masuk (HTM). Kucing itu tidak tinggal diam di parkiran. Ia mendahului langkah kami, kadang berjalan persis di samping, dan sesekali berpindah ke belakang. Ia seperti memastikan bahwa kami berdua berjalan di jalur yang benar.

Eksperimen 5 Menit di Pos 1

Setelah melewati loket, jalur mulai menanjak. Sepanjang perjalanan mendaki, kucing ini terus setia menemani. Kadang ia berlari kecil di depan, lalu berhenti sejenak menunggu kami.

Rasa penasaran kami benar-benar memuncak saat kami memutuskan beristirahat di sebuah saung di Pos 1. Saat kami duduk melepas lelah, kucing itu ikut berhenti. Ia duduk tenang sambil menatap kami dengan pandangan yang sangat dalam.

"Koleksi : Misbah Moerad"

Saya berbisik kepada istri, "Mah, kucing ini sepertinya sengaja mengikuti kita dan terus memandu di depan."
Istri saya sempat ragu, "Masa sih? Kebetulan saja mungkin."

Untuk membuktikannya, saya mengajak istri melakukan eksperimen kecil. "Coba kita jalan lagi, nanti sekitar 5 menit kita berhenti mendadak. Kita lihat apa yang dilakukan kucing ini."

Benar saja! Ketika kami berjalan, ia langsung bangkit dan memimpin di depan. Dan tepat saat kami berhenti setelah 5 menit berjalan, kucing itu langsung menghentikan langkahnya, berbalik, dan memandang kami seolah bertanya, "Kenapa berhenti?"

(Bagaimana lucunya sekaligus herannya kami melihat tingkah kucing penuntun ini di sepanjang jalur? Anda bisa menyaksikan langsung interaksi nyata kami dengan kucing tersebut dalam video)

"Kami Sudah Tahu Jalurnya, Cing..."

Melihat konsistensi hewan kecil ini, saya akhirnya mengajaknya bicara, "Cing, saya dan istri sudah pernah ke sini kok, jadi kami sudah tahu jalur menuju Curug Cipeuteuy."

Meski sudah diberi tahu, kucing itu tetap teguh pada "tugasnya". Ia terus membimbing kami, berjalan di depan, dan dengan sabar selalu ikut berhenti setiap kali kami kelelahan. Ia baru benar-benar melepaskan tugasnya setelah kami tiba di lokasi tujuan dengan selamat.

Banyak pendaki percaya bahwa hewan-hewan tertentu di gunung sering kali menjadi "perwujudan" atau utusan penjaga alam untuk memastikan keselamatan para petualang yang datang dengan niat baik. Apakah kucing ini sengaja diutus untuk menemani kami, atau ia hanya seekor kucing ramah yang kesepian? Satu hal yang pasti, kehadirannya membuat perjalanan camping kami di Gunung Salak kali ini menjadi pengalaman misteri yang sangat manis dan tak terlupakan.

"Koleksi: Misbah Moerad"

Menghilang Secara Misterius di Titik Akhir

Singkat cerita, berkat bimbingan konstan dari si kucing, kami akhirnya tiba di Curug Cipeuteuy. Rasa lelah kami langsung terbayar lunas saat melihat keindahan curug dengan debit air yang sedang melimpah dan sangat jernih. Karena terlalu gembira dan fokus menikmati suasana alam serta menyiapkan area tenda, kami sempat teralih dari si kucing selama beberapa menit.

Begitu kami sadar dan ingin mencari keberadaannya untuk sekadar berbagi makanan, kucing bercorak tiga warna itu sudah tidak ada.

Kami mencoba mencari ke sekitar area curug, hingga ke jalur setapak di sekelilingnya, namun ia benar-benar lenyap dari pandangan kami. Ia hilang secepat ia muncul di parkiran tadi.

Setelah tenda berdiri dan kami duduk beristirahat di dalamnya, saya membuka kamera untuk memeriksa hasil rekaman perjalanan sejak dari bawah. Benar saja, di dalam rekaman video, konsistensi kucing itu terlihat sangat jelas. Ia benar-benar setia menuntun, memimpin di depan, dan mengawal setiap langkah kami hingga persis tiba di Curug Cipeuteuy. Tugasnya selesai, dan ia pun pergi.

Banyak pendaki percaya bahwa hewan di gunung sering kali menjadi "perwujudan" atau utusan penjaga alam untuk memastikan keselamatan para petualang yang datang dengan niat baik. Apakah kucing ini memang sengaja diutus untuk menjaga kami, atau ia hanya seekor kucing ramah yang kebetulan searah?

Satu hal yang pasti, kehadirannya membuat perjalanan camping kami di Gunung Salak kali ini menjadi pengalaman misteri yang sangat manis, hangat, dan tak akan pernah kami lupakan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3