"Kalau anak sungainya saja sudah kering, bagaimana dengan curugnya?"
Pertanyaan itu langsung muncul di kepala kami ketika sedang trekking menuju sebuah curug yang lokasinya tidak jauh dari kawasan Suaka Elang Loji.
Ya, kali ini saya bersama istri dan dua anak gadis kami datang ke Suaka Elang Loji bukan untuk camping. Bukan juga mau menguji ketahanan badan tidur di tenda sambil ditemani suara jangkrik.
Kami punya misi sederhana: ingin melihat curug.
Namanya juga jalan-jalan bersama keluarga. Rencananya sederhana, eksekusinya kadang penuh kejutan.

Dari Saung Menuju Suaka Elang
Perjalanan kami dimulai dari saung milik kami. Dari sana kami berjalan kaki menuju kawasan Suaka Elang.
Jaraknya sebenarnya tidak terlalu jauh. Dengan langkah santai, sekitar 45 menit berjalan kaki, kami sudah sampai di kawasan Suaka Elang.
Empat puluh lima menit itu terdengar sebentar, tetapi kalau berjalan bersama keluarga, definisinya bisa berbeda.