Pagi yang cerah di Kota Tua Jakarta dimulai dengan sepiring pecel Madiun lezat di dalam Kantor Pos Lama, sebelum kami- saya, istri, dan dua anak perempuan-melangkah ceria menuju Museum Wayang yang ramai dipenuhi tawa anak-anak sekolah.
Sarapan Hangat Pecel Madiun di Kantor Pos
Perjalanan liburan keluarga kami mulai dengan perut lapar. Kami singgah di area Kantor Pos Kawasan Kota Tua. Di sana, aroma bumbu kacang yang harum langsung menggugah selera. Kami memesan pecel Madiun.
Pecelnya terasa sangat mantap. Sayurannya segar dan bumbu kacangnya pas di lidah.
"Wah, bumbunya pedas manis, pas buat tenaga jalan-jalan," kata istri saya sambil menyuap pecel.
Si bungsu protes kecil karena sedikit pedas, "Pecelnya kepedasan, Yah! Tapi enak, mau kerupuknya lagi!" Kami semua tertawa kecil di meja kayu tua.

Suasana Ramai Penuh Anak Sekolah
Selesai makan, kami berjalan kaki menuju Museum Wayang. Suasana di depan museum sangat hidup. Ratusan anak sekolah berseragam tampak berbaris rapi. Mereka datang dari berbagai daerah untuk studi tur.
Suara riuh tawa dan teriakan gembira anak-anak memenuhi udara. Ada yang saling berebut antre di loket tiket. Ada pula yang sibuk berfoto di halaman depan. Istri saya tersenyum melihat semangat mereka. Anak-anak saya langsung bersemangat ikut bergabung dalam kerumunan ceria itu.
Masuk ke Dunia Wayang Bersama Guide Ramah
Begitu masuk ke dalam museum, udara sejuk langsung menyambut kami. Di dalam, suara anak-anak sekolah makin terdengar ramai. Mereka berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil mengelilingi pemandu museum.
Kami beruntung bisa mendengarkan penjelasan seorang pemandu wisata yang ramah dan jenaka yang mendampingi anak-anak sekolah, jadi kami gratis mendengar penjelasannya.