Video Pilihan

Dari Curug Cipetey ke Curug Leuwi Anteng

8 Oktober 2026   05:08 Diperbarui: 8 Oktober 2026   05:08 288 3 3


Dari Curug Cipetey ke Curug Leuwi Anteng

Perjalanan Kami Masih Dipandu Si Kucing

Kompasianer, masih ingat dengan perjalanan kami yang dipandu oleh seekor kucing?

Kalau sudah membaca tulisan saya sebelumnya tentang Curug Cipetey, tentu masih ingat bagaimana seekor kucing tiba-tiba ikut menemani perjalanan kami.

Entah memang berniat menjadi guide, atau sebenarnya hanya kebetulan sedang mencari teman jalan.

Yang jelas, kucing itu sukses membuat perjalanan kami menjadi sedikit berbeda.

Dan ternyata...

ceritanya belum selesai sampai di Curug Cipetey.

Satu Kawasan, Ternyata Ada Beberapa Curug

Saat berkunjung ke kawasan Curug Cipetey, kami baru mengetahui bahwa di sekitar lokasi tersebut ternyata ada beberapa curug yang letaknya tidak terlalu berjauhan.

Jadi kalau sudah sampai di sini, rasanya sayang kalau hanya berhenti di satu tempat.

Curug Cipetey sudah saya ceritakan pada tulisan sebelumnya.

Nah, setelah puas menikmati suasana di sana, kali ini kami mencoba melipir sedikit ke bawah.

Tidak perlu perjalanan panjang.

Kurang lebih sekitar 7--10 menit berjalan, kami sudah sampai di curug berikutnya.

Namanya cukup menarik:

Curug Leuwi Anteng.

Dari namanya saja sudah terasa adem.

Leuwi... Anteng.

Dan ternyata memang begitu suasananya.

"Koleksi: Misbah Moerad"

Curug Leuwi Anteng

Curug Leuwi Anteng memang tidak terlalu dalam.

Tetapi justru itu yang membuat tempat ini terasa menyenangkan untuk menikmati suasana alam.

Airnya jernih.

Bebatuan di dasar aliran air masih terlihat dengan jelas.

Suara gemericik air berpadu dengan suasana alam sekitar membuat tempat ini terasa jauh dari hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari.

Kalau sudah duduk di pinggir air seperti ini, biasanya ada dua pilihan.

Pulang...

atau bilang kepada istri:

"Yang, kita di sini sebentar lagi ya..."

Dan kata "sebentar" dalam bahasa perjalanan suami-istri kadang mempunyai arti yang sangat fleksibel.

Bisa 10 menit.

Bisa setengah jam.

Bisa sampai lupa tadi berangkat dari rumah jam berapa.

Hehehe...

Namanya Saja Leuwi Anteng

Yang paling menarik dari tempat ini justru kesan yang diberikan oleh namanya.

Anteng.

Dan suasananya memang cukup anteng.

Tidak terlalu ramai ketika kami berada di sana.

Apalagi anak-anak yang sebelumnya berkemah tidak jauh dari tempat kami tadi sedang bermain air di Curug Cipetey.

Kami pun memilih melipir ke Leuwi Anteng.

Hasilnya?

Kami bisa menikmati suasana dengan lebih tenang.

Kadang memang begitu.

Bukan berarti tempat yang ramai tidak menyenangkan.

Tetapi setelah perjalanan, justru tempat yang tenang sering terasa lebih nikmat.

Bisa duduk.

Bisa melihat air.

Bisa ngobrol dengan istri.

Dan yang paling penting...

tidak ada yang menyuruh buru-buru pulang.

"Koleksi: Misbah Moerad"

Ternyata Belum Selesai

Tetapi jangan dikira perjalanan kami berhenti di Curug Leuwi Anteng.

Ternyata kalau kita masih punya tenaga untuk melanjutkan perjalanan ke bawah, ada curug lainnya.

Ada Curug Segitiga.

Dan tentu saja...

ada Curug Cipetey yang tadi sudah kami kunjungi.

Jadi kawasan ini seperti menyimpan beberapa kejutan kecil.

Satu curug selesai, ternyata masih ada yang lain.

Dan karena jaraknya relatif berdekatan, rasanya sayang kalau kesempatan itu dilewatkan begitu saja.

Hanya satu persoalan:

tenaga kami mulai harus diajak kompromi.

Maklum...

usia boleh bertambah, semangat jalan-jalan jangan sampai kalah.

Tapi lutut kadang punya pendapat sendiri.

Dari Kucing, Curug, Sampai Istri yang Harus Ikut Menikmati

Kalau dipikir-pikir, perjalanan kali ini memang cukup lucu.

Berawal dari perjalanan ke Curug Cipetey.

Kemudian ada seekor kucing yang ikut menjadi bagian dari cerita.

Lalu kami menemukan Curug Leuwi Anteng.

Dan ternyata masih ada curug lain yang menunggu untuk dijelajahi.

Begitulah perjalanan kami.

Tidak selalu harus mempunyai rencana yang sangat matang.

Kadang justru ketika sedikit melipir dari rencana awal, kita menemukan sesuatu yang lebih menarik.

Dan bagi saya, perjalanan bersama istri bukan sekadar mengejar destinasi.

Yang penting adalah menikmati perjalanan bersama.

Kalau tempatnya bagus, alhamdulillah.

Kalau tempatnya tenang, lebih alhamdulillah lagi.

Kalau dapat foto bagus?

Nah...

Itu bonus.

Setelah menikmati Curug Leuwi Anteng, ternyata rasa penasaran kami belum selesai.

Masih ada satu tempat lagi yang membuat kami ingin melanjutkan perjalanan.

Curug Segitiga.

Seperti apa curugnya?

Apakah jalurnya masih bersahabat dengan kaki Om Bro?

Dan tentu saja...

apakah si kucing tadi masih mau menjadi pemandu kami?

Hehehe...

Tunggu cerita berikutnya.

Karena ternyata perjalanan kami ke kawasan curug ini belum benar-benar selesai.

Salam dari kami berdua.

Jalan pelan-pelan, menikmati alam, menikmati kebersamaan.

Sebab terkadang yang paling berharga dari sebuah perjalanan bukanlah tempat yang kita tuju, tetapi cerita yang kita bawa pulang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9