Ramadan sering mengajarkan kita tentang berbagi. Tidak selalu harus dalam bentuk makanan atau materi. Kadang berbagi waktu, perhatian, dan pengetahuan juga memiliki makna yang sama pentingnya.
Ngabuburead menjadi contoh bahwa kebaikan bisa tumbuh dari aktivitas yang sangat sederhana. Tidak perlu ruang khusus. Tidak perlu biaya besar.
Cukup buku, waktu, dan niat untuk berbagi.
Ketika azan magrib akhirnya berkumandang, kegiatan membaca pun perlahan berhenti. Anak-anak menutup buku yang mereka baca, sementara para pegiat literasi mulai merapikan kembali tumpukan bacaan. Namun semangat yang tercipta dari sore itu tidak berhenti di sana.
Barangkali ada seorang anak yang pulang dengan rasa penasaran terhadap cerita yang belum selesai dibaca. Barangkali ada seseorang yang mulai berpikir bahwa membaca ternyata bisa menjadi cara menyenangkan untuk mengisi waktu. Dari situlah sebuah kebiasaan baik bisa mulai tumbuh.
Ngabuburead mengingatkan kita bahwa hobi tidak selalu harus bersifat pribadi. Ia juga bisa menjadi jalan untuk menebarkan kebaikan.
Di tengah suasana Ramadan yang penuh makna, membaca bersama menjadi cara sederhana untuk menumbuhkan hobi kebaikan kebiasaan kecil yang mungkin terlihat biasa, tetapi mampu memberi dampak besar bagi masa depan.