Moh Makrus Sahlan
Moh Makrus Sahlan Guru

Seorang pejalan spiritual dan pegiat literasi.

Selanjutnya

Tutup

Video

Ngabuburead dengan Buku: Cara Sederhana Menumbuhkan Hobi Kebaikan

9 Maret 2026   07:08 Diperbarui: 9 Maret 2026   07:08 94 2 0

Di antara riuhnya aktivitas sore Ramadan, buku-buku kecil itu menghadirkan ruang tenang di tengah alun-alun.

Ngabuburead bukanlah acara besar dengan panggung megah atau fasilitas yang mewah. Ia lahir dari semangat sederhana para pegiat literasi yang percaya bahwa membaca bisa dilakukan di mana saja bahkan di ruang publik seperti alun-alun kota.

Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk kegiatan seperti ini. Waktu menunggu berbuka yang biasanya diisi dengan berjalan-jalan atau sekadar duduk santai bisa berubah menjadi kesempatan untuk membaca, berdiskusi, dan berbagi pengetahuan.

Beberapa anak yang awalnya hanya lewat karena penasaran akhirnya ikut duduk. Mereka membuka halaman demi halaman dengan penuh rasa ingin tahu.

Ada yang membaca buku cerita bergambar. Ada yang mendengarkan kisah yang dibacakan. Ada pula yang sekadar melihat-lihat ilustrasi dengan penuh perhatian.

Bagi para pegiat literasi, momen kecil seperti itu sangat berarti. Karena sering kali minat membaca lahir dari rasa penasaran yang sederhana.

Ngabuburead pada akhirnya bukan hanya tentang membaca. Ia adalah tentang menumbuhkan kebiasaan baik secara perlahan.

Di bulan Ramadan, umat Muslim dilatih untuk menahan diri, memperbanyak ibadah, dan memperkuat kepedulian sosial. Dalam konteks itu, membaca juga bisa menjadi bagian dari proses memperkaya diri.

Buku membantu kita memahami dunia dengan cara yang lebih luas. Ia mengajarkan empati, membuka wawasan, dan menghadirkan banyak perspektif baru.

Ketika kegiatan membaca dilakukan bersama di ruang publik, dampaknya terasa lebih luas. Orang-orang yang lewat mungkin awalnya hanya melihat-lihat, tetapi lama-kelamaan tertarik untuk ikut duduk dan membuka buku.

Literasi pun menemukan jalannya sendiri. Bagi para pegiat literasi yang hadir di Alun-Alun Sidoarjo sore itu, Ngabuburead adalah bentuk kecil dari hobi sosial. Sebuah hobi yang tidak hanya memberi kebahagiaan bagi diri sendiri, tetapi juga membawa manfaat bagi orang lain.

Ramadan sering mengajarkan kita tentang berbagi. Tidak selalu harus dalam bentuk makanan atau materi. Kadang berbagi waktu, perhatian, dan pengetahuan juga memiliki makna yang sama pentingnya.

Ngabuburead menjadi contoh bahwa kebaikan bisa tumbuh dari aktivitas yang sangat sederhana. Tidak perlu ruang khusus. Tidak perlu biaya besar.

Cukup buku, waktu, dan niat untuk berbagi.

Ketika azan magrib akhirnya berkumandang, kegiatan membaca pun perlahan berhenti. Anak-anak menutup buku yang mereka baca, sementara para pegiat literasi mulai merapikan kembali tumpukan bacaan. Namun semangat yang tercipta dari sore itu tidak berhenti di sana.

Barangkali ada seorang anak yang pulang dengan rasa penasaran terhadap cerita yang belum selesai dibaca. Barangkali ada seseorang yang mulai berpikir bahwa membaca ternyata bisa menjadi cara menyenangkan untuk mengisi waktu. Dari situlah sebuah kebiasaan baik bisa mulai tumbuh.

Ngabuburead mengingatkan kita bahwa hobi tidak selalu harus bersifat pribadi. Ia juga bisa menjadi jalan untuk menebarkan kebaikan.

Di tengah suasana Ramadan yang penuh makna, membaca bersama menjadi cara sederhana untuk menumbuhkan hobi kebaikan kebiasaan kecil yang mungkin terlihat biasa, tetapi mampu memberi dampak besar bagi masa depan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2