Murni Rianti
Murni Rianti Lainnya

Membaca, menulis, traveling, berkebun, bertanam, kurator, olah raga jalan.

Selanjutnya

Tutup

Video

Pendidikan Bertaraf Global di HAWS Kota Magelang

12 Agustus 2026   17:11 Diperbarui: 12 Agustus 2026   17:11 119 5 1

Kata-kata bijak dari narasumber, Prof. Dwi A. Yuliantoro, foto Murni Rianti
Kata-kata bijak dari narasumber, Prof. Dwi A. Yuliantoro, foto Murni Rianti

Minggu, 09 Agustus 2026, saya kembali lagi ke Hafidh Asrom World School (HAWS). 

Sekolah baru yang terletak di Jalan Ahmad Yani 320 Kota Magelang. 

Niatnya mau mengikuti talkshow di sekolah tersebut. 

Info ini pertama kali saya dapat dari teman di luar sekolah. Sebagaimana info dari instagram. Pembicaranya, Prof. Dwi A. Yuliantoro. Ia adalah Pakar Sekolah Internasional

Ada pembicara lain, yaitu Agung Widyantoro, M. Pd. Sebagai Kepala Satuan Pendidikan SMA IA 9 Yogyakarta, SMA Unggulan Garuda Transformasi. 

Saya mengisi buku tamu dan menunggu di area sekitar itu. 

Mengapa duduk di sekitar meja penerima tamu? 

Karena saya sedang menunggu seseorang. Dia adalah teman. Pemberi info, adanya giat minggu itu di HAWS. 

Sempat terpikir: enaknya sambil nyeruput kopi atau cokelat di Coffee Asrom, yang terletak di area depan. 

Tapi hanya ada di pikiran. Kaki ini malah melangkah, ke gerombolan anak-anak yang sedang live performance di panggung terbuka. 

Di depan sana ada panggung, sekaligus jalan masuk menuju ruang talkshow. 

Ternyata teman saya tidak jadi datang. Jadilah saya masuk seorang diri. 

Teman-teman dari SMK Yudya Karya, memang sudah memberi tahu, jika minggu tidak hadir. Ada kegiatan menyambut 17-an, di rumah masing-masing. 

Ruang tempat diadakannya talkshow, sudah saya pahami dengan baik. Karena Sabtu, 08 Agustus 2026, saya juga datang ke tempat ini bersama teman-teman dari SMK Yudya Karya. 

Sabtu kemarin, kami menuju HAWS -- berkumpul dulu di sekolah kami. Jadi kami jalan kaki menuju HAWS. Sambil numpang parkir motor di sekolah. Jaraknya dekat. Melewati sekitar 10 rumah warga. 

Minggunya, saya seorang diri memasuki ruang tempat diadakannya talkshow. 

Sudah ada beberapa orang di ruang itu. 

Sekitar 30 menit kemudian, acara dimulai. 

Susunan acara hampir sama dengan talkshow sabtu. Bedanya, hari ini tidak ada Pak Walikota. Narasumber hari ini juga berbeda. 

Memang itu yang saya tunggu. Menyimak kisah inspiratif, teori, serta aksinya, dalam menggerakkan ekosistem di HAWS. 

Kegiatan minggu itu juga dipandu moderator. Tapi saya lupa namanya. 

Semua obrolan sangat menarik dan inspiratif. Tentang: menggapai tujuan dan cara meraihnya. 

SMA Garuda Transformasi, mempunyai target: meningkatkan siswanya di 100 universitas terbaik dunia. 

Aksi Kepala Satuan Pendidikan SMA IA 9 Yogyakarta, mempersiapkan akademiknya, pengembangan diri, mengemas personal branding, penilaian kecocokan dan pemilihan universitas, pemenuhan komponen aplikasi, serta mempersiapkan pra-keberangkatan. 

Siswanya diiming-imingi belajar ke universitas terbaik dunia. Itu bukan hanya di angan saja. Ada aksi nyata. Tidak harus dari siswa cerdas. Tapi sekolah itu menjadikan seseorang lebih dari sebelumnya. 

Yang tadinya tidak bisa, menjadi sangat mampu dan berkembang baik. Sekolah, benar-benar mengupayakan segalanya. 

Dari test terstandarisasi seperti: SAT, TOEFL, dll. 

Mencocokkan universitas yang dituju dengan menyesuaikan minat, bakat, dan kepribadian. 

Berawal dari impian. Impian itu harus ditumbuhkan, dengan strategi keberlanjutan agar terus tumbuh. Kelak dapat digunakan untuk pengabdian masyarakat. Hal ini sebagai upaya sekolah mengemas personal branding

Semua ini, kelak dapat tersaji di penulisan essay, cv, portfolio prestasi, pemilihan guru dalam format surat rekomendasi. 

Upaya nyata itu menguatkan nilai-nilai unggul siswa untuk berprestasi, menunjukkan bahwa guru-gurunya berkompeten dan berdedikasi, kurikulumnya berdaya saing internasional. 

Saya teringat catatan Prof. Dwi bahwa, sekolah tidak perlu melabelkan nama internasional di nama sekolah tersebut. Yang penting, isi kurikulum di dalamnya mengarah ke global

Maka, SMA Unggulan Garuda Transformasi, mempersiapkan sarana prasarana, dan teknologi yang mendukung, kurikulumnya berdaya saing internasional. 

Prof. Dwi menyampaikan bahwa, semua berawal dari pola pikirmu. 

Dari pola pikir, ke pemahaman, ke tindakan. 

Dengan bertindak, membuat kita terlibat aktif, menghadapi tantangan, berpikir kritis, membuat koneksi, berkomunikasi, mengetahui perspektif orang lain. 

Maka, perlu adanya sinergi agar bisa saling mendukung satu sama lain. 

Minggu itu, setelah talkshow, saya tidak berkeliling lagi seperti kemarin. 

Semua yang saya lihat kemarin masih melekat diingatan saya. Tinggal membuka video dan foto-foto di dairy saja. Atau membuka lembaran ini untuk mengenang kembali. 

Semua tersimpan  di foto-foto dan video. Menjadi kenangan indah bagi saya. Ada ilmu, canda, dan jejak yang manis. 



Terima kasih Al Azhar Yogyakarta World School dan Hafidh Asrom World School atas ilmu dan kesempatan bertemu di AYWS X HAWS EXPO 2026.

Teruslah maju memberi pola pikir ke pemahaman yang baik untuk bertindak. 

Congratulation.... (***) 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4