
Sebuah foto bisa terlihat sederhana ketika pertama kali dipandang. Namun, di balik sebuah gambar, ada sudut pandang, keputusan, dan cerita yang ingin disampaikan oleh orang yang mengabadikannya. Gagasan inilah yang menjadi salah satu pembahasan dalam talkshow Festival Jurnalistik 2026 bertajuk "Foto Jurnalistik di Era Media Sosial: Menatap Cerita di Balik Lensa dan Kata" di Bandung Creative Hub, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Bertempat di Auditorium Lantai 3 Bandung Creative Hub, kegiatan ini menghadirkan Dudi Sugandi, M.I.Kom., sebagai pemateri. Talkshow tersebut menjadi bagian dari Festival Jurnalistik Aksara Rupa Pancarona yang diselenggarakan oleh Pers Birama. Melalui kegiatan ini, peserta diajak melihat fotografi dan jurnalistik bukan sekadar aktivitas menghasilkan gambar atau tulisan, melainkan cara untuk menyampaikan makna kepada masyarakat.
Foto Bukan Sekadar Gambar
Dalam pemaparannya, Dudi Sugandi membahas perubahan konsumsi berita visual di era digital. Media sosial telah menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk menemukan dan membagikan informasi. Dalam situasi tersebut, foto memiliki peran penting karena dapat menarik perhatian sekaligus membantu menyampaikan konteks sebuah peristiwa.
Materi yang disampaikan juga menyoroti bagaimana format visual perlu disesuaikan dengan platform publikasi. Foto persegi, potret, lanskap, hingga galeri memiliki kegunaan masing-masing. Pemilihan format bukan hanya persoalan estetika, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana sebuah peristiwa ditampilkan dan dipahami oleh audiens.
Di tengah kebiasaan masyarakat mengakses informasi melalui layar ponsel, foto jurnalistik dituntut untuk menyampaikan pesan secara efektif. Meski demikian, menarik perhatian tidak seharusnya menjadi satu-satunya tujuan. Sebuah foto tetap perlu memiliki konteks dan menyampaikan informasi secara bertanggung jawab.
Hal tersebut berkaitan dengan pemahaman bahwa foto bukan sekadar kumpulan warna, objek, atau komposisi visual. Sebuah gambar dapat memiliki makna yang berbeda bagi setiap orang, bergantung pada sudut pandang fotografer maupun pengalaman orang yang melihatnya.
Pandangan ini juga dirasakan oleh Candra, salah satu peserta talkshow dari Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM). Baginya, salah satu hal menarik dari materi yang disampaikan adalah pemahaman bahwa setiap foto memiliki cerita tersendiri.
Candra menilai sebuah foto mempunyai "jiwa", "napas", dan "nyawa", bukan hanya sekadar gambar berwarna ataupun hitam putih. Setelah mengikuti talkshow, ia merasa terdorong untuk melihat foto melalui berbagai perspektif agar dapat memahami pesan yang ingin disampaikan oleh fotografernya.
Ketika Media Sosial Membawa Tantangan