Opa Jappy Official
Opa Jappy Official Jurnalis

Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Selanjutnya

Tutup

Video

Berani Melangkah di Jalan Duri dan Koral

29 Januari 2026   12:06 Diperbarui: 29 Januari 2026   12:28 59 1 1

Jalan Duri dan Koral | Opa Jappy 
Jalan Duri dan Koral | Opa Jappy 



Pengharapan Baru

Ketika dunia masih sunyi dan sepi.
Aku bangun menuju kesepian dan kesunyian.

Hanya doa tanpa suara bukan meminta jalan lain.
Namun kekuatan melewati jalan.

Jalan penuh duri, batu koral.
Dijepit jurang, diapit jaring,
Namun tak gentar melangkah dalam sunyi dan keteduhan.

Mungkin itu jalan yang khan kau lewati,
Ingatlah, Dia tlah buka jalan untukmu agar melangkah tanpa keraguan.

Jalan penuh duri, batu koral
Dijepit jurang, diapit jaring
Namu kita tak gentar melangkah.

Dalam sunyi dan keteduhan pagi
Setiap fajar, harapan baru
Di setiap langkah, tetap melawan badai dengan iman, kesetiaan, dan kasih ....

Dalam sunyi pagi, Ia menyinari aku agar tak gentar melangkah.


(Oleh Opa Jappy)

"Pengharapan Baru" oleh Opa Jappy bukan sekadar rangkaian kata, melainkan manifestasi ketangguhan spiritual. Di dalamnya, secara kuat tersirat motivasi, yang bisa menjadikan semua orang mengikutinya.

Pengharapan Baru oleh menggambarkan Kekuatan dalam Kesunyian. Sikon perjalanan hidup yang realistis, tidak menjanjikan jalan yang mulus, namun menjanjikan ketahanan diri.

Kesunyian" dan "kesepian." Biasanya dianggap negatif, namun di sini kesunyian menjadi ruang sakral untuk berdialog dengan Sang Pencipta melalui doa tanpa suara.

Realitas Medan Jalan. Metafora "duri, batu koral, jurang, dan jaring" mewakili kesulitan hidup yang nyata, rasa sakit, hambatan kecil yang mengganggu, risiko besar, hingga jebakan yang menghambat kemajuan.

Penerimaan vs. Pelarian. "Bukan meminta jalan lain, namun kekuatan melewati jalan" menunjukkan kedewasaan mental. Fokusnya bukan pada mengubah keadaan luar, melainkan memperkuat kapasitas internal.

Sinergi Ilahi dan Manusia. Ada pengakuan bahwa Tuhan telah membuka jalan, namun manusia tetap harus melangkah dengan iman, kesetiaan, dan kasih sebagai "bahan bakar" utamanya.

Menjemput Fajar dengan Iman, Melampaui Badai dengan Kekuatan Internal

Seringkali, orang berdoa agar masalah, yang sementara dihadapi, dihilangkan. Sehingga meminta agar duri-duri di jalan  disingkirkan dan jurang-jurang ditutup. Namun, "Pengharapan Baru" mengingatkan pada satu kebenaran fundamental, Kualitas hidup tidak ditentukan oleh mudahnya jalan, melainkan oleh ketangguhan langkah.


Kekuatan dalam Keheningan Pagi.  Dunia yang sunyi di pagi hari adalah waktu terbaik untuk mengisi ulang jiwa. Sebelum bisingnya tuntutan dunia menerjang, kesunyian memberi ruang untuk menyadari bahwa Anda dan Saya tidak melangkah sendirian. Doa yang tulus bukanlah daftar belanjaan permintaan, melainkan penyerahan diri untuk menerima kekuatan.


Menghadapi "Batu Koral" dan "Jaring." Hidup dan kehidupan mungkin sedang menjepit Anda dan Saya di antara jurang kegagalan atau jaring keraguan. Namun, perhatikan pesan ini,  Jangan gentar. Keberanian bukan berarti tidak ada rasa takut, melainkan keputusan agar tetap melangkah meskipun duri melukai kaki. Setiap langkah yang diambil di atas batu koral adalah latihan yang memperkuat otot iman.


Tiga Pilar Penopang, Iman, Kesetiaan, dan Kasih. Ketika badai datang, tiga hal inilah yang membuat tetap tegak.

  • Iman. Percaya bahwa ada tangan tak terlihat yang menyinari jalan.
  • Kesetiaan: Ketekunan untuk tetap berada di jalur yang benar meskipun prosesnya lama.
  • Kasih: Kelembutan hati yang memastikan bahwa meskipun perjalanan ini berat, jiwa tetap teduh.


Setiap fajar membawa harapan baru. Jangan menyesali jalan yang terjal, karena bentangan itulah karakter Anda dan Saya ditempa. Cahaya fajar bukan hanya menerangi jalan di depan, tapi juga menyinari keberanian yang sudah ada di dalam diri.


"Bukan jalan yang harus menjadi lebih rata, tapi kaki kita yang harus menjadi lebih kuat."

Antonius Tan | Opa Jappy Official