Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Dunia tidak selalu adil. Ada kalanya ketika terbangun di sebuah pagi dan mendapati diri sebagai sosok antagonis dalam cerita yang tidak pernah ditulis. "Dibenci tanpa alasan, dituduh tanpa bukti, dan disalahkan atas kesalahan yang tidak pernah dibuat."
Rasanya sakit? Tentu saja. Namun, di sinilah kekuatan karakter diuji. Suara Kebenaran Tidak Perlu Berteriak. Saat seseorang memfitnah atau menuduh secara tidak adil, insting pertama adalah membela diri dengan berapi-api. Dan ingin semua orang tahu bahwa mereka salah. Namun, ingatlah, Kebenaran seperti emas; meski dikubur dalam lumpur, ia tetap emas.
Tuhan atau Semesta memiliki cara unik untuk menyingkap tabir kebohongan. Tugas Anda bukan untuk menghabiskan energi meyakinkan setiap orang, melainkan tetap hidup dalam integritas.
Sabar adalah Kekuatan, Bukan Kelemahan. Banyak yang keliru menganggap sabar sebagai bentuk kepasrahan yang lemah. Itu salah. Sebaliknya, sabar adalah pengendalian diri tingkat tinggi.
Memilih tetap tenang saat badai tuduhan menerjang membutuhkan kekuatan mental yang jauh lebih besar daripada sekadar marah-marah.
Sabar bukan berarti diam dan menderita. Sabar adalah cara kita menjaga martabat saat dunia mencoba merampasnya.
Menemukan Perdamaian di Dalam Diri. Jika Anda tahu siapa diri Anda yang sebenarnya, Anda tidak akan goyah oleh apa yang dikatakan orang tentang Anda. Jika mengenali diri sendiri, maka tidak haus validasi orang lain, dan tak hancur oleh kritik tak berdasar.
Prinsipnya, Apa yang orang katakan tentang Anda adalah cerminan karakter mereka. Bagaimana meresponsnya adalah cerminan karakter Anda.
Percayalah pada Akhir yang Adil. Hidup dan kehidupan memiliki hukum keseimbangannya sendiri. Tidak ada kebohongan yang bisa bertahan selamanya.
Ingatlah, "Ultimately, God will reveal the truth of all things." Keyakinan ini adalah sauh yang menjaga kapal jiwa agar tidak karam saat diterjang ombak fitnah.
Langkah Kecil untuk Hari Ini. Jika hari ini Anda sedang merasa disudutkan, tariklah napas dalam-dalam. Lepaskan beban untuk "memenangkan" perdebatan. Cukup menjadi orang baik,bekerja dengan jujur, dan biarkan waktu yang menjalankan tugasnya untuk mengungkap kebenaran.
Opa Jappy| Pro Life Indonesia
