Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Child Grooming bukanlah istilah asing yang jauh. Child Grooming merupakan ancaman nyata yang menyusup ke ruang tamu melalui layar ponsel, halaman sekolah, hingga lingkaran pertemanan yang dianggap aman. Predator tidak datang dengan wajah menyeramkan; mereka muncul melalui senyum palsu, hadiah, serta manipulasi demi menjerat jiwa polos anak-anak.
Child Grooming adalah upaya orang dewasa membangun hubungan emosional dan kepercayaan terhadap individu di bawah umur untuk tujuan eksploitasi seksual. Kejahatan tersebut ibarat gunung es; hal yang tampak di permukaan hanya sebagian kecil, sementara di bawahnya, ribuan nyawa sedang terjerat tipu daya psikologis halus namun mematikan.
Ketika anak menjadi korban Predator Child Grooming, yang hancur bukan sekadar fisik, melainkan seluruh masa depannya. Jika Anda serta Saya membisu, berarti membiarkan kegelapan memadamkan cahaya di mata mereka.
Sebab, dampak pemangsaan melampaui luka raga; ia menancapkan trauma mendalam pada sukma, merusak kepercayaan dasar terhadap orang dewasa, lingkungan, bahkan diri sendiri.
Mereka mengalami depresi, kecemasan, gangguan makan, masalah perilaku, hingga kesulitan membentuk relasi sehat di hari esok. Mereka tumbuh dalam bayang-bayang ketakutan serta rasa bersalah. Fase perkembangan terisi beban perih tak berdarah hingga ajal menjemput dalam keheningan.
Berhentilah merasa aman dengan berkata, "Ah, buah hati saya terjaga." Ingatlah, perlindungan merupakan tanggung jawab kolektif. Penjahat yang bebas berkeliaran adalah ancaman nyata bagi semua orang. Anda dan Saya tidak boleh egois; keamanan putra-putri tetangga juga merupakan benteng untuk keselamatan bersama.
Jangan tunggu korban terkapar di depan pintu rumahmu, baru bergerak; itu sudah terlambat. Sebab air mata penyesalan maupun amarahmu tak mungkin mengembalikan kehormatan mereka. Begitu pula, ratapan nyaring yang terdengar hingga awan, tak mampu memulihkan batin yang hancur serta luka dalam tanpa bekas pada diri mereka.
Selamatkan Anak, Selamatkan Peradaban
Anak Cucu adalah Mahkota dan Kehormatan. Jaga agar Mahkota dan Kehormatan itu Tak Hancur karena Predator Child Grooming.
Opa Jappy | Penggagas Kampanye Anti Predator Child Grooming
Contact Number +62 81 81 26 858