Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana
Siapa pun, termasuk Anda dan Saya, perlu menyadari bahwa janji manis predator adalah racun yang dibalut madu. Tidak ada kehormatan dalam tindakan mereka; yang ada hanyalah upaya untuk memuaskan hasrat dengan membinasakan jiwa-jiwa yang belum berdaya. Perlindungan terhadap anak adalah tanggung jawab kolektif untuk memastikan bahwa hukum dan hukuman terus mengejar siapa pun yang berani merusak masa depan mereka.
Anak kecil rambut dikepang
Masih belajar eja nama
Kau datang bawa pujian
Janji manis kau sebarkan
Katamu dunia berbahaya
Padahal engkau yang mengintai
Senyumnya kau jadikan sasaran
Seakan dia tak punya daya
Bapak ibunya kerja siang-malam
Percaya kau teman keluarga
Pelan-pelan kau tarik batas
Bikin dia bingung, merasa salah
Tanganmu pura-pura menuntun
Kata-katamu bikin dia diam
Tapi matanya kirim sinyal
Ada yang rusak, ada yang kelam
Dia bukan mainanmu, bukan milikmu
Hentikan langkahmu, kami di belakangnya
Suara kecil itu
Tuhan pun mendengarnya
Dia berhak tertawa, berhak percaya
Bukan kau yang atur masa depannya
Kalau kau sentuh dia
Hukum dan hukuman mengejarmu selamanya
Opa Jappy | Penggagas Kampanye Anti Predator Child Grooming