Opa Jappy Official
Opa Jappy Official Jurnalis

Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Selanjutnya

Tutup

Video

Relaksasi dengan Mozart Effect

13 April 2026   06:09 Diperbarui: 13 April 2026   06:09 163 4 1

YouTube Screenshot | Opa Jappy Official
YouTube Screenshot | Opa Jappy Official

Public Service Announcement | Pro Life IndonesiaKampa
Public Service Announcement | Pro Life IndonesiaKampa



Cipanas, Jawa Barat | Mereka, mungkin juga Anda, yang penikmat musik klasik, pasti  mengenal nama Wolfgang Amadeus Mozart  (27 Januari 1756 - 5 Desember 1791), salah satu genius musik terkemuka di Planet Bumi. Hasil "Ciptaan" Mozart, hingga kini disukai penikmat musik pada berbagai kalangan dan latar.

Tahun 1993, seorang penikmat musik Mozart dan juga psikholog, Frances Rauscher, menemukan bahwa mendengarkarya Mozart, secara berkala maupun terjadual, mampu meningkatkan kemampuan otak. Rauscher menyebut sebagai Mozart Effect.

Beberapa tahun kemudian Universitas California melakukan penelitian terhadap Mozart Effect. Pada penelitian tersebut, partisipan dibagi dua kelompok,

Kelompok pertama

  • melakukan keheningan selama 10 menit
  • mendengar karya Mozart selama 10 menit, sekaligus relaksasi; musik yang didengar adalah Sonata for Two Piano in D Major atau dikenal dengan sebutan K448.

Kelompok kedua tidak ikuti proses di atas

  • kedua kelompok mendapat atau menerima tugas mental untuk diselesaikan; berupa menyusun grafis, gambar, menghitung angka, menyamakan kata-kata, dan lain-lain
  • kelompok yang mendengar musik Mozart mampu melakukan tugasnya dengan lebih baik, terutama ketika 'menyusun' suatu bentuk dalam pikiran

Kelompok yang tidak mendengar musik Mozart, hasilnya jauh di bawah, bahkan tidak tuntas

Para peniliti menyimpulkan bahwa, irama dan pola musik yang kompleks mampu membuat otak terpicu seperti seseorang menyusun  puzzle spatial puzzles. Juga, hasil study berikutnya, ternyata musik Mozart memicu perkembangan dan kemampuan memanipulasi bentuk-bentuk secara mental dalam pikiran.

Tahun 2006, dilakukan studi dengan partisipan sebanyak 8000 Orang (Ibu Hamil, Bayi, dan Balita); untuk menjawab pertanyaan, "Apakah dampaknya jika bayi (dalam kandungan dan sudah lahir) diperdengarkan musik klasik, khususnya karya Mozart.

  • Kelompok Pertama, mendengar Mozart's String Quintet in D Major
  • Kelompok Kedua mendengar diskusi mengenai eksperimen
  • Kelompok Ketiga mendengar 3 lagu pop seperti Country House oleh Blur, Return of the Mack oleh Mark Morrison, dan Stepping Stone oleh Duncan.


Hasil atau kesimpulan para peneliti adalah Kelompok Anak-anak yang mendengar musik Mozart dan genre pop mampu melakukan tugas dari peneliti dengan baik. Namun ada sedikit keunggulan pada mereka yang mendengar musik Mozart.

Belakangan, Mozart Effect juga merambah pada saat seseorang melakukan Relaksasi, Healing dan Self Healing. Dengan cara mendengar Mix Musik Mozart dengan Karya Koponis Lainnya. Dampaknya juga sama ketika hanya mendengar Mozart.

Sehingga Healing dan Self Healing dengan berbagai varian musik; serta bisa dilakukan dengan durasi 1, 2, 5 atau 10 hingga 30 Menit sesuai sikon waktu dan tempat; agar mencapai hasil maksimal.

Opa Jappy | Pro Life Indonesia


Kontemplasi | Opa Jappy 
Kontemplasi | Opa Jappy