Opa Jappy Official
Opa Jappy Official Jurnalis

Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Selanjutnya

Tutup

Video

Video dan Esai "Anak Kecil Itu"

8 Mei 2026   06:01 Diperbarui: 8 Mei 2026   06:01 511 4 2

Anak Kecil Itu | Kinasih
Anak Kecil Itu | Kinasih



Jangan Merusak Anak Kecil Itu


Anak kecil rambut dikepang
Masih belajar eja nama
Kau datang bawa pujian
Janji manis kau sebarkan
Katamu dunia berbahaya
Padahal engkau yang mengintai
Senyumnya kau jadikan sasaran
Seakan dia tak punya daya

Bapak ibunya kerja siang-malam
Percaya kau teman keluarga
Pelan-pelan kau tarik batas
Bikin dia bingung, merasa salah
Tanganmu pura-pura menuntun
Kata-katamu bikin dia diam
Tapi matanya kirim sinyal
Ada yang rusak, ada yang kelam

Dia bukan mainanmu, bukan milikmu
Hentikan langkahmu, kami di belakangnya
Suara kecil itu
Tuhan pun mendengarnya
Dia berhak tertawa, berhak percaya
Bukan kau yang atur masa depannya
Kalau kau sentuh dia
Hukum dan hukuman mengejarmu selamanya

By Opa Jappy 


Kampanye Anti Predator Child Grooming | Opa Jappy 
Kampanye Anti Predator Child Grooming | Opa Jappy 

Menjaga "Anak Kecil Itu"


Pada gerak hidup dan kehidupan, kehadiran Anak (dan Cucu), jika ada, menjadi pusat perhatian dari sekitarnya; mereka adalah mahkota dan kehormatan. Serta, kelanjutan peradaban, ada di tangan mereka. Namun, mereka sekaligus merupakan kelompok paling rentan; dalam artian mudah mengalami berbagai penyakit, tindak kekerasan dan kejahatan, atau sasaran amarah lainnya. Tak salah, jika ada yang menyebutkan bahwa, "Cara terbaik menghancurkan peradaban sub-suku, suku, bangsa adalah merusak  anak-anak!" Ya. Itulah fakta tak terbantahkan.

"Anak Kecil Itu," mengajak semua, Anda dan Saya merenung tentang posisi anak dalam tatanan sosial dan spiritual. Mereka adalah  penerus garis keturunan, simbol kemurnian, harapan, sekaligus "titipan" yang membawa tanggung jawab besar bagi orang dewasa di sekitarnya. Kehadiran mereka sering disimbolkan dengan momen-momen sederhana namun mendalam, tangan mungil yang menggenggam erat atau langkah kaki kecil di depan pintu.

Tapi, di balik keindahan itu, terselip pesan tentang kerapuhan. Anak kecil adalah subjek perlindungan mutlak, karena "titipan" dari Sang Khalik yang harus dijaga dengan cinta dan kasih sayang tak bersyarat.

Melindungi anak-anak melampaui batas-batas tugas administratif atau sosial semata; itu adalah misi eksistensial. Semua orang mendapat panggilan ilahi dan semesta yang sama, yaitu perlindungan terhadap anak-anak dari bencana apa pun, termasuk kejahatan Predator Child Grooming, kejahatan yang tersembunyi di balik manipulasi yang rapi dan menghindari kewaspadaan kolektif. Sebagai manusia yang berakal dan beriman, tidak boleh tuli, buta, bisu terhadap panggilan tersebut. Mendiamkan anak-anak berada dalam genggaman Predator Child Grooming adalah bentuk pengingkaran terhadap kemanusiaan.

"Anak Kecil Itu," (musik, lyrics, video), membuka ketajaman berpikir pada realitas pahit yang dihadapi anak-anak di masa kini, jutaan Anak Indonesia mengalami pelantaran dan kekerasan (fisik, psikologis, seksual, sosial) dari orang dewasa (utamanya Predator Child Grooming). Oleh sebab itu, jangan remehkan, "Bukan Urusan Gue!" "Itu tugas Negara." Perlindungan Anak-anak adalah tugas semua; termasuk Anda dan Saya.

Ingatlah! Kompleksitas hidup dan kehidupan menjadikan perlindungan anak tidak bisa dianggap remeh. Melindungi anak bukan hanya tugas orang tua secara individu, melainkan gerakan kolektif (pentahelix) yang melibatkan pemerintah, media, dan seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi mereka untuk bertumbuh tanpa bayang-bayang predator.

"Anak Kecil Itu" pengingat setiap nurani agar melihat ke luar jendela, memperhatikan sekeliling, dan memastikan bahwa setiap anak mendapatkan hak aman dan dicintai. Jika Anda dan Saya mengaku mendengar nurani dan suara Tuhan, maka melindungi anak-anak adalah satu-satunya pilihan.

Karena pada akhirnya, suara kecil anak-anak adalah suara kemanusiaan paling murni;  yang harus didengar dan jaga dengan totalitas kemampuan.


Jadikan Perlindungan terhadap Anak-anak sebagai gaya hidup dan kehidupan.

Kualitas peradaban bisa diukur dari bagaimana cara mereka menjawab panggilan untuk menjaga anak-anak.


Opa Jappy | Penggagas Kampanye Anti Predator Child Grooming

Indonesia Bersatu Melawan Predator Child Grooming | Opa ditawari 
Indonesia Bersatu Melawan Predator Child Grooming | Opa ditawari