Opa Jappy Official
Opa Jappy Official Jurnalis

Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Selanjutnya

Tutup

Video

Video dan Esai "Metakognisi"

8 Mei 2026   14:11 Diperbarui: 8 Mei 2026   14:11 383 4 2

Metakognisi | Opa Jappy 
Metakognisi | Opa Jappy 



Metakognisi, Cerdas Mengelola Kecerdasan

Mungkin Anda pahami persis bahwa proses belajar harus menyangkut psikomotorik, afektif, dan kognitif, (Taksonomi Benjamin S. Bloom 1956). Sehingga hasil belajar, terjadi perubahan dan perkembangan sesuai ketiga aspek tersebut, (tindakan/berbuat, rasa/sifat/sikap, dan pengetahuan/ilmu).

Dari semua aspek itu yang paling diperhatikan adalah aspek kognitif, Ini merupakan kesalahan Sekolah dan Orang Tua, mengabaikan lainnya. Pengabaian itu berdampak pada hasil lulusan sekolah; pintar, berijazah tapi minus nilai-nilai kemanusiaan, etika, moral, dan lainnya. Padahal, hasil pendidikan, menyangkut semua aspek,  hanya berguna jika terjadi secara holistik di area hidup dan kehidupan.

Salah satu pengembangan Aspek Kognitif adalah Metakognitif, dari Meta dan Kognitif. Dikembangkan oleh John H. Flavell, pakar Filsafat Pendidikan berbasis Psikologi; serta dipopulerkan pada ranah Pengembangan Kepribadian oleh Jappy M Pellokila).

Metakognisi dimaknai sebagai kemampuan berpikir jauh ke depan berdasarkan masukan-masukan yang didapat; dan memikirkan apa dipikirkan. Metakognisi sebagai upaya seseorang, mengelola kecerdasannya  pada area hidup dan kehidupan keseharian.  Singkatnya, Metakognitif sebagai Kecerdasan Mengelola Kecerdasan. Sehingga pada Metakognisi ada

  • hal-hal menyangkut ingatan, pemahaman, terapan, analisis dan sintetis dan evaluasi,
  • mengontrol dan mengatur  pertumbuhan keterampilan berpikir,
  • kecerdasan menilai diri sendiri,
  • menakar apa yang diketahui dan tidak tahu,
  • ketrampilan menyampaikan kecerdasan ke/pada orang lain atau sesama.

Umumnya yang paling diingat dari Metakognisi adalah Pertama, Kecerdasan Mengelola Kecerdasan, misalnya sebaran dari Rhenald Kasali. Kedua. ketrampilan menyampaikan kecerdasan ke/pada orang lain atau sesama. Misalnya Jappy M Pellokila, penekanan pada lulusan Perguruan Tinggi agar mampu menyampaikan ilmunya dengan bahasa-bahasa yang mudah dimengerti semua orang.

Jadi, jika Metakognisi adalah kecerdasan mengelola kecerdasan, (Rhenald Kasali) dan  ketrampilan menyampaikan kecerdasan ke/pada orang lain atau sesama, (Opa Jappy), maka pada ranah komunikasi, terjadi beberapa tingkatan; antara lain,

Pertama, ini yang terendah. Orang Cerdas yang tidak tahu bahwa dirinya memiliki kecerdasan; dan mereka yang tak tahu bahwa dirinya tidak tahu. Orang-orang seperti ini, tidak mau belajar, enggan menerima tantangan baru, atau pun belajar hal-hal baru. Mereka terpaku pada stagnasi berpikir serta 'yang ada padaku, sudah cukup.

Kedua, orang cerdas untuk diri sendiri. Orang-orang seperti ini biasa pintar, lulusan terbaik, bergelar (banyak) tapi tak mampu sampaikan apa-apa yang ia punyai tersebut ke/pada orang lain. Jika ia/mereka 'dipaksa' untuk menyampaikan, maka audiens tak pahami, bahkan bingung dengan ucapan ataupun istilah-istilah yang diucapkan. Mereka jangan jadi guru atau dosen dengan murid lebih dari satu orang, karena pasti gagal mentransfer ilmu.

Ketiga, orang cerdas untuk kelompok minatnya sendiri. Mereka adalah orang-orang yang luar biasa, hebat,  pintar pada bidangnya. Mereka bisa mencapai Ph.D ataupun Guru Besar. Tapi, mereka tak mampu atau mudah berbicara atau komunikasi (ilmiah, sosial, dll) di area bukan kelompok minatnya. Jika terjadi, maka yang muncul adalah istilah atau frasa-frasa yang tak dimengerti publik.

Keempat, level tertinggi metakognisi. Orang-orang seperti ini tahu persis kualitas dan kapasitas ilmu yang ia/mereka miliki, dan terus mengisi dengan hal-hal baru. Mereka mampu mengsistimatikan (secara abstrak) semua yang ada pada dirinya. Dan, tahu persis saat, waktu, tempat, dan sikon untuk menyampaikan kecerdasannya ke/pada orang lain atau pendengar di area terbuka maupun tertutup. Mereka, sejatinya, adalah orang-orang cerdas yang sebenarnya. Sebab mampu mengelola kecerdasan, (Rhenald Kasali) dan  terampil menyampaikan kecerdasan ke/pada orang lain atau sesama, (Opa Jappy M Pellokila).


Bagaimana dengan diri anda?

7 Februari 2022  


Opa Jappy | Indonesia Hari Ini

Level Metakognisi | Opa Jappy 
Level Metakognisi | Opa Jappy