Opa Jappy Official
Opa Jappy Official Jurnalis

Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Selanjutnya

Tutup

Video

Video dan Esai "Ratapan Barito 3" (Selesai)

15 Mei 2026   05:32 Diperbarui: 15 Mei 2026   07:52 438 4 1

Pasar | Opa Jappy
Pasar | Opa Jappy




Membentengi Intan di Hulu Sungai, Melindungi Tunas Adat dari Predator Child Grooming


Paradoks Kedekatan, Antara Kemajuan dan Ancaman. Di Kalimantan Selatan ada "dua kutub sejajar." Di satu sisi, pusat ekonomi, pertambangan, dan gemerlap perkotaan yang bergerak cepat. Di sisi lain, jarak relatif dekat, terdapat ketenangan komunitas pedesaan, aliran hulu Barito, dan wilayah adat yang masih memegang teguh tradisi. Suatu kesejajaran yang tercipta karena kemajuan dan tetap mempertahankan nilai-nilai kebudayaan. Sayangnya, kedekatan geo-ekonomi tersebut menciptakan celah masuknya Predator Child Grooming ke jantung komunitas yang paling rentan.


Karena kedekatan dan keterbukaan tersebut, Predator Child Grooming masuk ke wilayah pedalaman; mereka tidak tampil dengan kekerasan "Orang Kota Baik-baik," sosok dermawan menawarkan perubahan gaya hidup, kemudahan ekonomi, hingga barang-barang mewah khas orang kota. Sasaran utamanya adalah keterbatasan literasi orang tua; sehingga mudah diyakinkan dengan janji-janji manis masa depan anak yang cerah di bawah bimbingan "orang kota sukses." Namun, di balik tawaran biaya sekolah atau modal usaha, terselip niat jahat. "Biaya" tersebut pada akhirnya harus dibayar oleh sang anak dengan tubuh dan  eksploitasi seksual.

Menjaga Kemurnian di Tengah Rimbun Hutan. Anak-anak adalah permata yang terjaga kemurniannya dalam bilik-bilik rumah panggung dan di naungan rimbunnya hutan. Mereka bukan sekadar anggota keluarga, melainkan tunas adat yang membawa silsilah leluhur ke masa depan. Oleh sebab itu, setiap tetua dan warga adalah batu bata yang tersusun menjadi benteng perlindungan terhadap anak-anak.

Benteng Perlindungan itulah yang mampu menghadapi Predator Child Grooming. Termasuk, jika sudah ada anak yang terjerat penjahat itu, maka harus berani memutus rantai "tabu." Sebab, kejahatan seksual terhadap anak bukan sekadar aib keluarga, melainkan pengkhianatan berat terhadap nilai-nilai luhur tanah ulayat, serta jangan percaya pada janji-janji. Hanya ada satu solusi,  yaitu pengadilan sesuai Hukum Negara. Hukum Ada hanya untuk tidak melakukan kekerasan; namun tetap menjalani proses sesuai Hukum Negara! Karena Predator Child Grooming adalah kejahatan terbengis terhadap Anak-anak dan kemanusiaan; penjahat itu merusak masa depan peradaban. Dan juga, perlindungan anak adalah panggilan bersama demi kehormatan tanah ulayat dan silsilah leluhur. Anak-anak di Hulu Barito adalah pewaris budaya sungai yang unik. Jika integritas mental dan fisik mereka hancur, maka Kalsel kehilangan generasi yang paham cara menjaga kearifan lokal.

Anak-anak di Pedalaman Hulu Barito harus mendapat perlindungan utuh demi masa depan. Merekalah yang mengalir bagaikan air Barito, menghidupkan dan mempertahankan eksistensi Kalsel. Jika mereka hancur karena Predator Child Grooming, bayangkan apa yang terjadi dengan Kalsel? Jika anak-anak di pedalaman Hulu Barito adalah air yang menghidupkan eksistensi Kalsel, maka predator child grooming merupakan polutan merusak ekosistem Bumi Kalsel.

Menghancurkan anak-anak berdampak pada kehancuran masa depan peradaban. Tanpa generasi yang sehat secara psikis, roda ekonomi dan sosial di sepanjang Barito menjadi lumpuh, bahkan hancur. Ingatlah! Perlindungan utuh terhadap anak-anak merupakan tugas orang tua, adat, dan siapa pun di Kalsel, termasuk buaya-buaya di Barito; itulah menjaga kebersihan seluruh aliran sungai agar tetap memberi air yang menghidupkan Kalimantan Selatan.

Jangan biarkan hutan tetap rimbun tapi generasi di dalamnya keropos.

Jangan biarkan sungai mengalir jernih tapi masa depan anak-anaknya keruh karena trauma.

Opa Jappy | Penggagas Kampanye Anti Predator Child Grooming