Opa Jappy Official
Opa Jappy Official Jurnalis

Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Selanjutnya

Tutup

Video

Video dan Esai "Bergandengan Hati"

17 Mei 2026   17:31 Diperbarui: 17 Mei 2026   17:31 123 0 0

Bergandengan Hati | Opa Jappy
Bergandengan Hati | Opa Jappy



Bergandengan Hati Dalam Keheningan



Era modern yang serba cepat, Anda dan Saya,  sering terjebak hiruk-pikuk kebisingan. Juga, disiram ribuan kata, janji manis, dan hiburan  tanpa makna mendalam. Serta, banyak orang merasa bahwa agar dihargai atau diakui, mereka harus terus bersuara dengan lantang. Namun, sebetulnya "agar seperti itu"sebenarnya tak perlu dibangun di atas fondasi kata-kata.

"Bergandengan Hati" ingatkan kembali tentang hakikat hubungan antara manusia yang sesungguhnya. Hubungan sejati tak  membutuhkan panggung megah atau validasi dari luar. Namun, ikatan paling kuat justru lahir ketika dua manusia mampu berjalan bersama, saling merangkul dalam keheningan dan tanpa suara.

Keheningan bukan tanda ketiadaan atau kepasifan. Sebaliknya, dalam keheningan yang penuh penerimaan, ego terhempas dan hancur. Ketika mampu meredam kebisingan, muncul kemampuan luar biasa agar saling mendengar dengan lebih jernih. Bukan lagi mendengarkan ucapan lahiriah, melainkan ungkapan kehendak hati. Di titik itulah, yang terdengar hanyalah kejujuran dari lubuk jiwa terdalam.

Bergandengan Hati juga mengajarkan persatuan yang kokoh. Karena dua pribadi berbeda mampu saling memahami tanpa perlu banyak menuntut, dan perlahan menyatu. Penyatuan bukan karena paksaan, melainkan diikat kekuatan cinta dan kasih sayang tulus.

Menyatunya hati memberikan kekuatan baru agar bersama-sama menghadapi masa depan. Walau hidup dan kehidupan, dalam kebersamaan, tak luput dari ketidakpastian; badai masalah, kekecewaan, dan goncangan bisa datang kapan saja tanpa peringatan. Ketika setiap pribadi  memilih selalu bergandengan hati, maka mereka memiliki perisai kokoh agar tetap tegar dan tak khan terhempas badai.

Pada akhirnya, hubungan, Anda dan Saya, yang ada saat ini,  dengan pasangan, keluarga, sahabat, perlu kembali direfleksikan. Sudahkah ada waktu untuk duduk bersama dalam ketulusan, atau masih ada kesibukan mencari validasi di tengah riuhnya dunia?

Itulah cara terbaik agar tidak pergi dari rumah. Atau walau telah melangkah jauh, tetap mengingat ruang-ruang rumah, karena hanya di sana lah bisa terjadi Bergandengan Hati Dalam Keheningan serta Sama-sama Mendengar Kehendak Hati.


Kekuatan sejati tidak terletak pada seberapa keras suara yang dikeluarkan, melainkan pada ketulusan hati saling menguatkan dalam diam.


Opa Jappy | Pro Life Indonesia

Public Service Announcement | Pro Life Indonesia
Public Service Announcement | Pro Life Indonesia