Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Anak-anak adalah mahkota peradaban dan proyeksi masa depan bangsa. Merekalah, keberlanjutan nilai-nilai luhur dan kejayaan Negar. Namun, harmoni indah pertumbuhan anak-anak yang polos kerap kali diinterupsi oleh kegelapan yang menghancurkan, salah satunya melalui fenomena keji Predator Child Grooming
Ketika lingkungan yang seharusnya menjadi ruang aman justru disusupi oleh predator, maka semua harus mendobrak dinding kesunyian dan menghentikan sikap abai.
Predator Child Grooming menyamar dengan topeng pelindung dan sosok ramah. Mereka mendekati korban dengan dalil.dunia luar sangat berbahaya, padahal kenyataannya, diri merekalah ancaman yang sesungguhnya.
Predator memanfaatkan celah sosial di era modern, seperti kesibukan orang tua yang berjuang keras demi mencari nafkah. Di saat perhatian orang tua terbagi, predator masuk mengisi kekosongan tersebut, mengeksploitasi kerapuhan psikologis anak, dan secara perlahan menarik batasan yang memisahkan anak dari benteng perlindungan keluarga mereka
Ironisnya, ancaman nyata itu tak terlihat karena kesunyian kolektif masyarakat. Mereka pura-pura tuli, buta, dan bisu terhadap jeritan lirih anak-anak yang tertindas.
Ketidakpedulian itu adalah bentuk pembiaran yang memberi ruang pada Predator Child Grooming sehingga terus beraksi Padahal, jeritan ketakutan anak-anak, sekalipun hanya berupa bisikan ketakutan, tidak pernah menguap begitu saja di udara kosong; selalu ada Tuhan yang mendengar rintihan ketidakberdayaan mereka. Oleh karena itu, stop memilih tuli, bisu, buta sebelum nurani dan empati Anda mati secara permanen.
Pada akhirnya, siapa pun harus menyadari bahwa kualitas peradaban Bangsa sama sekali tidak diukur dari megahnya pembangunan infrastruktur fisik. Tolok ukur sejati kemajuan Bangsa adalah seberapa aman dan bahagianya anak-anak kecil di negara tersebut dalam menikmati hidup dan kehidupannya.
Melalui bersatu padu menjadikan perlindungan anak bukan sekadar program formalitas, melainkan gaya hidup dan kehidupan.
Opa Jappy | Penggagas Kampanye Anti Predator Child Grooming