Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Denial merupakan mekanisme pertahanan diri (defense mechanism) ketika seseorang menolak mengakui atau menerima kenyataan, fakta, atau kebenaran yang jelas-jelas ada di hadapannya.
Denialisme merupakan sikap penolakan secara sistematis, terstruktur, atau terus-menerus terhadap fakta ilmiah, sejarah, atau kebenaran yang sudah teruji secara empiris dan disepakati secara luas.
Denialistik merupakan sifat, perilaku, atau kecenderungan yang suka menolak kenyataan atau berpegang pada denialisme

Denial Politik para Politisi. Dalam artian, seseorang, katakanlah politisi (di dalam/dan luar Parlemen serta Parpol), menyangkal hal-hal baik (dan benar; juga yang tak benar) yang sementara terjadi dalam hidup berbangsa serta bernegara.
Mereka, para politisi denial (dan juga tak sedikit tokoh informal dan pemimpin keagamaan), terutama dari kelompok oposisi, selalu bereaksi miring, terhadap semua kebijakan (termasuk semua hal yang dilakukan) pemerintah. Kaum denial 00seperti ini, umumnya menempatkan diri sebagai 'berseberangan dengan pemerintah,' selalu yang pertama dan utama menyampaikan orasi serta narasi berbeda dengan pemerintah; buat mereka 'yang penting tampil beda;' dan itu adalah "personal brandingnya."