Opa Jappy Lukisastra
Opa Jappy Lukisastra Jurnalis

Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Selanjutnya

Tutup

Video

Video dan Esai "Panggilan Hati untuk Papa Mama Muda"

17 Juli 2026   08:32 Diperbarui: 17 Juli 2026   08:32 475 4 1

Kampanye Anti Predator Child Grooming | Opa Jappy
Kampanye Anti Predator Child Grooming | Opa Jappy


Menjaga Masa Depan | Tanggung Jawab Kolektif Melawan Predator Child Grooming.


Anak-anak adalah mahkota sekaligus kehormatan tertinggi setiap keluarga. Mereka adalah generasi penerus dan fondasi utama yang menentukan arah masa depan peradaban. Di tangan mereka, keberlanjutan bangsa dan integritas peradaban dipertaruhkan. Namun, ada ancaman terhadap keselamatan mereka, yaitu kejahatan Predator Child Grooming. Ketika predator berhasil menjerat korban, khususnya remaja putri yang rentan, mereka melanggar privasi, merusak dan menghancurkan totalitas eksistensi kemanusiaan korbannya secara absolut. Dampaknya, trauma seumur hidup, menghancurkan masa depan yang seharusnya cemerlang.

Oleh karena itu, sikap masa bodoh, apatis, atau sekadar berpendapat bahwa, "Itu bukan urusan kita," tidak dapat dibenarkan. Sebab perlindungan anak bukan hanya  domain eksklusif Negara atau Lembaga tertentu; tapi kewajiban kolektif. Termasuk Anda dan Saya.

Seruan untuk "Bersatu dalam Satu Garis Pertahanan" adalah panggilan mutlak untuk setiap orang tua, terutama pasangan muda, agar menyadari posisi strategis mereka sebagai garda terdepan pelindung keluarga.

Ingatlah! Predator Child Grooming beraksi dengan cara manipulatif; membangun kedekatan emosional dan ikatan palsu melalui sapaan hangat atau hadiah semu. Pada sikon dan konteks itulah letak ujian sesungguhnya pada orang tua modern. Ketika kesibukan karier dan tuntutan zaman, menyerahkan tanggung jawab pengasuhan sepenuhnya kepada asisten rumah tangga atau membiarkan gawai menggantikan figur ayah dan ibu adalah kekeliruan fatal.

Pengasuh atau teknologi mungkin mampu memenuhi kebutuhan fisik anak, namun keduanya tidak bisa menggantikan keintiman psikologis, ketajaman naluri, serta otoritas spiritual orang tua. Saat orang tua absen secara emosional, anak tumbuh dalam kehampaan, kondisi kesepian yang menjadi sasaran empuk paling diincar Predator Child Grooming.

Saatnya berhenti menjadi penonton. Mari mengambil bagian dalam melawan kejahatan Predator Child Grooming sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap keselamatan anak-anak Indonesia.


Opa Jappy | Penggagas Kampanye Anti Predator Child Grooming

Public Service Announcement | Pro Life Indonesia
Public Service Announcement | Pro Life Indonesia