Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Namun, saya yang rakyat biasa pun menjadi sasaran Vandalisme Literasi. Saya yang tak terbiasa Googling tentang diri sendiri, pada awalnya, tak tahu apa-apa; untungnya ada bantuan dari Orang-orang Baik. Ternyata ada sejumlah publikasi yang menyerang dan menunjukkan perilaku dan moral Vandalisme Literasi. Coba perhatikan.
Lucu 2, Tangkapan Layar di atas, membuktikan bahwa ada yang memberi komentar serial. Isinya, "sangat menghibur, copas, kok sepi pembaca; bahkan tulisan sampah, dll. Jika seperti itu, lebih baik dihapus. Lapor ke Admin? Tak bakalan respon.
Lucu 3, "Belajar dari Opa Jappy tentang Lukisastra dan Neologisme." Ini menarik juga, tapi tulisannya tak berubah; masih bergaya lama. Padahal, saya pernah edit dan perbaiki tulisan Mr X itu, kemudian ia publikasi di Kompasiana (mendapat Label dari Admin). Jadinya, bersyukurlah! Ada orang yang publikasi hasil karya dan tentang Saya. Saya sarankan terus menerus nulis tentang Saya. Itung-itung publikasi gratis.
Lucu 4. Biar menjadi Konsumsi Pribadi