Opa Jappy
Opa Jappy Jurnalis

Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Selanjutnya

Tutup

Video

Salib Merah pada Aksi Mahasiswa di Jakarta

4 November 2026   15:03 Diperbarui: 4 November 2026   15:03 99 0 0

Salib Merah| Opa Jappy
Salib Merah| Opa Jappy


Salib Merah pada Demo di Jakarta, untuk Apa?

Salib, awalnya, merupakan medium penghukuman hingga mati (Romawi). Setelah peristiwa Yesus, komunitas pengikut Yesus mula-mula, menambah pemaknaan, bahwa Salib sebagai Tanda Kepasrahan dan Penyerahan Totalitas Diri. Pemaknaan seperti itu, masih terus bertahan hingga sekarang; dan sering terdengar dari Khotbah para Pastor dan Pendeta.

Salib Merah sebagai Tanda Perlawanan, justru muncul di Papua; dan semakin terpublikasi setelah Film Pesta Babi. Namun, secara teologis (termasuk dari Warisan Ajaran Katolik dan Protestan) tak pernah ada ajaran atau diksi bahwa Salib sebagai Tanda Perlawanan. So? Bagaimana dengan Salib Merah pada Pesta Babi dan Aksi di Jakarta? Agaknya mahasiswa yang "mengangkat Salib Merah" pada aksi di Jakarta, copas dari Pesta Babi. "Tapi, apakah sudah tepat!?"

Pada aksi tersebut, Mahasiswa telah menggeser atau Menambah Pemaknaan Salib  dari Penyerahan Diri dan Kepasrahan, dengan Perlawanan yang Heroik.Atau, hanya mau menunjukkan ke Dunia, "Ini lho Gue; Mahasiswa Kristen  yang berani melawan!?" Atau, Salib sebagai metafora "tumpukan penderitaan rakyat!?" Kita tak pernah mendapat jawaban secara teologis dari para pembawa Salib tersebut.

Pastinya, Salib Merah pada Aksi di Jakarta, merupakan hal pertama dan "ikuti" Simbol Perlawanan dari Pesta Babi di Papua. Selain itu, tak bermakna apa-apa. Salib itu tetap kayu yang dicat merah; tanpa Yesus yang Terluka, Tergantung, dan Mati; juga tanpa Pilatus; apalagi Via Dolorosa dan perempuan-perempuan yang meratap.

Usul Saya, jika bawa salib pada demo/aksi, berikan tulisan yang jelas. Misalnya, jika sebagai tanda perlawanan, maka beri tulisan Salibkan Fulan atau Salibkan Polan, dll. Atau, jika Salib sebagai tanda "mati untuk orang-orang tertindas dan ketidakadilan," maka Mahasiswa lah digantung pada Salib, sebagai tanda "mati" dalam rangka perjuangkan keadilan.

Opa Jappy | Pegiat Literasi Publik