Rutan Pasangkayu
Rutan Pasangkayu Lainnya

Akun Resmi Rutan Kelas IIB Pasangkayu Sulawesi Barat

Selanjutnya

Tutup

Video

Rutan Pasangkayu Konsisten Dorong Warga Binaan Bebas dari Buta Aksara

3 November 2026   21:09 Diperbarui: 3 November 2026   21:50 66 0 0

Pembina kepribadian mendampingi warga binaan belajar membaca, menulis, dan berhitung sebagai bekal meningkatkan kemandirian.
Pembina kepribadian mendampingi warga binaan belajar membaca, menulis, dan berhitung sebagai bekal meningkatkan kemandirian.
PASANGKAYU, 3 NOVEMBER 2026 --- Kemampuan membaca, menulis, dan berhitung merupakan bekal dasar yang dibutuhkan setiap orang dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Namun, tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk menguasainya. Melalui pembinaan kepribadian, Rutan Kelas IIB Pasangkayu secara konsisten menghadirkan pembelajaran buta aksara bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai upaya memberikan kesempatan belajar sekaligus meningkatkan kualitas diri selama menjalani masa pidana.

Pembelajaran tersebut kembali berlangsung pada Selasa (3/11/2026), mulai pukul 09.00 WITA di Rutan Kelas IIB Pasangkayu. Dalam pelaksanaannya, pembina kepribadian memberikan pendampingan secara langsung kepada warga binaan dengan menyesuaikan materi berdasarkan tingkat kemampuan masing-masing peserta. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan pendidikan yang dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan.

Proses pembelajaran dimulai dari pengenalan huruf abjad dan cara pengucapannya. Peserta kemudian diarahkan untuk mengenal suku kata, membaca kata hingga kalimat sederhana, serta berlatih menulis huruf, kata, dan kalimat. Materi diberikan secara bertahap agar warga binaan dapat mengikuti proses belajar sesuai kemampuan dan perkembangan masing-masing.

Selain membaca dan menulis, pembelajaran juga mencakup pengenalan angka serta operasi hitung sederhana. Kemampuan berhitung menjadi bagian penting dari literasi dasar karena diperlukan dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Dengan demikian, warga binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan dasar untuk melakukan perhitungan sederhana.

Selama kegiatan berlangsung, pembina kepribadian menggunakan metode pembelajaran sederhana melalui pendampingan langsung. Warga binaan diberi kesempatan untuk mempraktikkan materi yang telah disampaikan, sehingga proses belajar tidak hanya berlangsung satu arah. Melalui latihan tersebut, perkembangan kemampuan setiap peserta dapat diketahui dan menjadi dasar untuk menyesuaikan pembelajaran berikutnya.

Kepala Rutan Kelas IIB Pasangkayu, Muarif Khakim, menegaskan bahwa pembinaan pendidikan merupakan bagian dari upaya memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk meningkatkan kualitas diri.

"Pembinaan pendidikan ini menjadi salah satu upaya kami untuk memberikan kesempatan kepada warga binaan meningkatkan kemampuan dasar mereka. Kami berharap pembelajaran ini dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat," ujar Muarif Khakim.

Penguasaan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung memiliki manfaat lebih luas daripada sekadar memenuhi kebutuhan belajar. Kemampuan tersebut membantu seseorang memahami informasi, menyampaikan gagasan, serta menyelesaikan berbagai kebutuhan praktis secara mandiri. Bagi warga binaan, keterampilan dasar ini juga menjadi salah satu langkah untuk membangun rasa percaya diri dan mengembangkan potensi diri.

Keberlanjutan pembelajaran menjadi hal penting agar kemampuan yang diperoleh dapat terus berkembang. Dengan pendampingan yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta, setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk belajar dan meningkatkan keterampilannya secara bertahap.

Melalui program pembinaan ini, Rutan Pasangkayu berupaya menghadirkan pendidikan sebagai bagian dari proses perubahan diri warga binaan. Pengetahuan dasar yang diperoleh diharapkan tidak berhenti selama menjalani masa pidana, tetapi dapat menjadi bekal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri ketika kembali ke tengah masyarakat.