pieter sanga lewar
pieter sanga lewar Penulis

Hobi membaca dan menulis artikel, puisi, cerpen, novel, dan baca puisi

Selanjutnya

Tutup

Video

Pintu yang Ditutup

20 Oktober 2026   08:49 Diperbarui: 20 Oktober 2026   08:49 97 1 0


Pintu yang Ditutup

Belum semenit palu rapat diketukkan,
pintu-pintu segera belajar menjadi rahasia.
Anggaran untuk rakyat duduk di meja panjang,
sementara rakyat diminta menunggu di luar pagar.
Katanya demi menghindari salah paham,
meski yang lahir justru seribu pertanyaan.

Para wartawan digiring keluar ruangan,
seperti debu yang tak pantas mengendap di karpet kekuasaan.
Lampu tetap menyala, mikrofon tetap berbunyi,
namun telinga publik dimatikan perlahan.
Begitulah kadang transparansi dirawat:
dengan cara menurunkan tirai sebelum pertunjukan dimulai.

Di balik pintu yang rapat terkunci,
angka-angka triliunan menari tanpa saksi.
Konon belum final, konon masih berubah,
konon belum layak didengar khalayak.
Aneh, uang rakyat selalu cukup nyata untuk dipungut,
tetapi terlalu dini untuk dijelaskan.

Program makan bergizi dijanjikan seperti matahari,
menghangatkan anak-anak di seluruh negeri.
Namun bayang-bayang korupsi berjalan di belakangnya,
membawa berkas, tuduhan, dan jejak yang belum selesai.
Ketika luka lama belum dijahit sempurna,
mengapa jendela justru ditutup rapat-rapat?

Ada dapur yang akan dihentikan,
ada dapur yang kelebihan jumlah.
Ada motor listrik bernilai miliaran mimpi,
melaju di jalan pertanyaan yang tak kunjung diaspal.
Rakyat hanya bisa menghitung dari kejauhan,
sebab kalkulator kebenaran disimpan di ruang tertutup.

Mereka berkata: jangan sampai timbul mispersepsi.
Kalimat itu terdengar halus seperti kapas,
tetapi sering dipakai membungkus batu.
Karena dalam negeri yang haus kepercayaan,
kerahasiaan bukan obat bagi prasangka,
melainkan pupuk yang menyuburkannya.

Padahal demokrasi tumbuh dari cahaya,
bukan dari ruang yang dikunci berlapis-lapis.
Setiap rupiah yang berasal dari keringat rakyat
mempunyai hak untuk dipandang terang-terangan.
Sebab uang negara bukan warisan keluarga,
melainkan amanah berjuta tangan yang bekerja.

Dan ketika rapat akhirnya usai,
penjelasan datang terlambat seperti senja.
Publik pulang membawa kesimpulan sendiri,
karena kepercayaan tak lahir dari pengawalan ketat.
Pintu yang tertutup mungkin menyimpan jawaban,
tetapi sering kali juga menyimpan hilangnya keyakinan.

Sumber: RAPAT KERJA KOMISI IX DPR: "Ketika Rapat Anggaran BGN Digelar Tertutup" dalam Kompas, Rabu, 17 Juni 2026, hlm. 4.