Puspa Yunita adalah penulis lepas yang aktif menuangkan cerita melalui cerpen, puisi, dan artikel dengan tema kehidupan, sosial, dan pengalaman personal. Berangkat dari keseharian yang dekat dengan dunia pendidikan dan komunitas, ia menghadirkan tulisan yang sederhana namun sarat makna. Baginya, menulis adalah cara untuk menyuarakan hal-hal kecil yang sering terabaikan, sekaligus merawat rasa dalam setiap perjalanan hidup.
tentang menjadi satu meski berbeda.
Kini, perlahan, kita seperti berjalan menjauh.
Perbedaan yang seharusnya menjadi kekuatan, justru kerap berubah menjadi alasan untuk saling berhadapan.
Di tengah situasi hari ini, kegelisahan itu terasa nyata.
Ada kekhawatiran bahwa persatuan bisa retak… bukan karena rakyatnya, tetapi karena kepentingan-kepentingan yang bermain di atasnya.
Kita sering melihat bagaimana arah kebijakan terasa semakin jauh dari denyut kehidupan masyarakat kecil.
Seolah ada jarak yang melebar—antara keputusan yang diambil, dan realitas yang dijalani.
Dalam situasi seperti ini, penting untuk kita tetap sadar:
jangan sampai kita, sebagai sesama anak bangsa, justru terpecah karena kepentingan yang bukan milik kita.
Padahal kita lahir dari tanah yang sama.
Minum dari air yang sama.